| Senin, 20 Desember 2004 | PANTURA |
Ikhlas Bangun DesaUNTUK memajukan desa tidak hanya dibutuhkan semangat membangun dan bekerja tapi juga keikhlasan. Karena itu, dibutuhkan orang-orang yang mau bekerja tanpa imbalan. Keikhlasan membangun desa, menurut Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan 2004 Kun Herwati SPd, adalah tips yang digunakan untuk membangun desanya. Hasilnya, Karang Taruna Lestari Desa Domiyang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan yang diketuainya berhasil lolos ke seleksi karang taruna berprestasi tingkat nasional. Tanpa semangat untuk mau bekerja tanpa imbalan, prestasi tersebut sulit diraih. Kelompok usaha ekonomi bersama (KUEB) dalam bentuk pengolahan dan pemasaran getah pinus yang dijalankan karang taruna yang dipimpinnya dibentuk bukan dengan semangat profit. Namun, semata-mata untuk memberdayakan masyarakat dan memanfaatkan limbah getah pinus yang selama ini melimpah di desa itu. Berkat semangat mau bekerja tanpa imbalan, warga Domiyang mau bahu-membahu dan bergotong royong menjalankan usaha pengolahan limbah itu. Hasilnya ternyata justru di luar dugaan. Limbah yang menghasilkan produk terpentin dan gondorukem itu mampu menghasilkan pemasukan rata-rata Rp 5 juta/bulan. Berkat kerja keras tanpa mau mengharapkan imbalan, usaha pengolahan limbah getah pinus tidak hanya memberikan peningkatan ekonomi warga tapi juga mengantarkan Karang Taruna Desa Domiyang menjadi juara karang taruna berprestasi tingkat kabu-paten dan Provinsi Jateng. Bahkan kini juga tengah menunggu pengumuman apakah karang taruna itu menjadi juara tingkat nasional atau tidak. Usaha keras Siapa pun, menurut Kun, bisa berprestasi asal berusaha keras tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Karena itu, dia mengharapkan prestasi yang diraih karang taruna pimpinannya menular ke desa lain. "Sekali lagi, hal itu bisa dilakukan jika kita ikhlas membangun desa," tandasnya. Mengejar kepentingan pribadi tidak akan bertahan lama karena hanya dirasakan seorang diri. Namun, berkorban untuk kepentingan bersama akan selalu diingat dan bisa memajukan daerah. Kesadaran itu, ujar dia, harus mulai ditularkan kepada semua generasi muda sekarang demi kemajuan daerah. (Muhammad Burhan-14e) |