| Senin, 20 Desember 2004 | PANTURA |
"Panci Rusak pun Diambil"KEGANASAN penjahat di perairan lepas pantai tidak asing lagi bagi para nelayan. Mereka ada yang hanya mendengar ceritanya, tapi ada pula yang mengalaminya sendiri. Salah seorang yang mengetahui secara jelas keganasan bajak laut atau perompak adalah Darjan (31), warga Dukuh Karangsembung Desa Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. Menurut lelaki yang cukup lama bergelut di perairan lepas pantai itu, perilaku para bajak laut sangat ganas. Kalau beraksi, siapa saja yang melawan akan dihajar dan bisa dibunuh. Karena itu, agar selamat lebih baik korban menyerah dan diam. "Saya waktu itu hampir mati kalau tidak cepat-cepat menyerah," tuturnya. Keganasan perompak tidak hanya secara fisik. Dalam mengambil barang-barang di kapal juga sangat ganas dan rakus. Tidak ada barang yang ditinggal sedikit pun. Semua barang dan perbekalan di atas kapal disikat habis. Bahkan, panci rusak pun ikut diambil. Yang ditinggal hanya kapal dan mesinnya. Itulah yang dia alami pada Kamis (2/12) lalu. Peristiwa mengerikan itu terjadi pada malam hari. Semua ABK Kapal Nelayan Jaya selamat. Namun, ABK Kapal Usaha Kita yang hendak melawan perompak diamuk habis-habisan. Mereka dilukai dengan senjata tajam dan dibuang ke laut. Salah seorang korbannya adalah tetangganya, Turino (20), yang hingga kini belum ditemukan jasadnya. Darjan tidak bisa mengenali perompak dengan jelas. Namun, dari dialeknya dia memperkirakan mereka berasal dari Bugis dan Aceh. (Saiful Bachri-14e) |