logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Percasi Prioritaskan Pecatur Yunior

SEMARANG- Pengda Percasi Jateng akan mengutamakan para pecatur yunior dalam program pelatda jangka panjang (PJP) periode empat tahun mendatang.

Langkah ini diambil karena prestasi para yunior diyakini akan terus berkembang, sementara prestasi para pemain senior mulai stagnan. Menurut Ketua Pengda Percasi Jateng H Andi Sulolipu, untuk menjaring pecatur yunior yang akan disertakan ke PJP, pihaknya akan menggelar seleksi melalui Kejurda pada 22-26 Januari mendatang. Juara kejurda akan dikirim ke Kejurnas, namun prioritas yang masuk tim PJP tetap dari kelompok yunior.

''Target kami tetap prestasi di PON XVII mendatang, kejurnas hanya sasaran antara. Masih ada waktu empat tahun sebelum PON XVII dan itu cukup untuk menyiapkan atlet yunior,'' kata Andi Sulolipu, kemarin.

Pada PON XVI Palembang September lalu, Jateng berhasil merebut satu medali emas dari nomor catur cepat putri oleh Sulung Wahyuningsih.

Di antara para pecatur Jateng -baik putra maupun putri- yang dikirim ke Palembang, Sulung merupakan atlet termuda. Dia masih duduk di bangku kelas III SMA. Cabang catur di PON menyediakan enam medali emas, yakni beregu, perorangan dan cepat putra-putri.

''Prestasi Sulung itu membuktikan bahwa atlet yunior tidak bisa dinomorduakan. Asal kemampuan mereka terus diasah, saya kira kualitasnya tak akan kalah dibanding para seniornya,'' tambah Sulolipu.

Tak Ingin Mengulang

Pada kejurda mendatang, Pengda akan mempertandingkan enam kategori yunior, yakni catur standar perorangan putra-putri di bawah 20 tahun, di bawah 16 tahun, dan di bawah 12 tahun. Meski mengutamakan para yunior, nomor standar beregu putra, standar perorangan putra-putri senior, catur cepat serta veteran, juga tetap dipertandingkan.

Sementara itu, Ketua Bidang Dana Percasi I Nyoman Surahatta SH mengatakan, pihaknya tidak ingin mengulang hasil Kejurnas dan Pra-PON 2003 di Semarang.

Ketika itu, sebagai tuan rumah Jateng sukses menjadi penyelenggara, namun dalam soal prestasi masih jauh dari yang diharapkan. Jateng memang berhasil lolos ke PON XVI, namun itu dicapai dengan sangat susah payah.

''Karena itu kami ingin membenahi pola pembinaan. Kami ingin memiliki atlet yang secara jangka panjang mampu berprestasi stabil,'' kata Surahatta. ''Itu alasan kami mengapa pada PJP mendatang kami lebih mengutamakan atlet yunior.'' (F3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA