| Senin, 20 Desember 2004 | OLAHRAGA |
Persebaya-Persija-PSM Bersaing sampai AkhirSURABAYA-Persebaya Surabaya membuka kans juara KLI X tahun ini. Pada pertandingan hari Minggu (19/12) kemarin, tim besutan pelatih Jacksen F Tiago ini mengalahkan Pelita Krakatau Steel 2-1. Bermodal kemenangan tersebut, kini kesebelasan berjuluk Bajul Ijo itu mengumpulkan nilai akumulatif 58 dengan perbandingan gol 53 memasukkan dan 25 kemasukan. Di sisi lain, pada pertandingan Persela versus Persija Jakarta Pusat di Stadion Surajaya Lamongan, tim tamu menang dengan skor 1-0. Gol semata wayang tim Macan Kemayoran diciptakan Bambang Pamungkas pada menit ke-83. Kemenangan ini sekaligus juga membuka peluang anak-anak Ibu Kota merebut tahta jawara KLI X. Persija di bawah Manajer IGK Manila kini mengumpulkan nilai 60 dan bertengger di puncak klasemen sementara. Dengan demikian juara KLI X akan diperebutkan oleh Persebaya, Persija, dan PSM.Peluang PSM terbuka setelah mereka semalam mengalahkan PSPS 2-0. Hari terakhir akan sangat menentukan, dengan salah satu penentunya adalah partai Persebaya melawan Persija. Pertandingan ini digelar di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, Kamis (23/12) mendatang. Kendati kini selisih 2 poin dari Persija, namun tak menutup peluang Persebaya merebut jawara KLI X. Apalagi dalam pertandingan terakhir nanti, Persebaya bermain di kandangnya sendiri. Hari itu adalah hari terakhir KLI X. Karena itu, Persebaya meminta pertandingan PSM di Makassar tidak dimainkan malam, namun dimajukan, sehingga semua partai berjalan serentak. ''Pada pertandingan nanti, kami minta kepada pengurus PSSI untuk menggelar pertandingan secara bersamaan. Mengapa memajukan pertandingan dua atau tiga jam nggak bisa? Wong PSSI mengulur jadwal kompetisi sampai akhir tahun saja ternyata bisa kok,'' kata Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar, Minggu (19/12) kemarin. Keras Pertandingan Persebaya versus Pelita KS di Stadion PT Petrokimia Gresik (PT PG) dengan Persebaya bertindak sebagai tuan rumah, berlangsung keras terutama di babak kedua. Tuan rumah lebih dulu memimpin, setelah pada menit ke-28 tendangan kaki kanan Christian Carasco menjebol gawang. Dia berhasil memanfaatkan umpan matang Kurniawan Dwi Yulianto. Pada babak pertama, anak-anak Surabaya lebih menguasai jalannya pertandingan. Sebelum terciptanya gol oleh Carasco, Kurniawan juga memiliki peluang. Sayang, sundulannya terlalu ke kiri dari gawang Bayu Cahyo. Memasuki babak kedua, permainan diwarnai aksi akselerasi untuk menerobos pertahanan lawan. Menit ke-67 Persebaya terkena hukuman penalti, setelah kapten Pelita KS Samuel Chebli dijatuhkan Leonardo Gutierrez di kotak terlarang. Wasit Djajat Sudrajat dari Bandung langsung menunjuk titik putih. Keputusan wasit tersebut diprotes keras Persebaya, terutama oleh kapten Mursyid Effendi. Namun, wasit Djajat tak mengubris. Bahkan Mursyid dihadiahi kartu kuning. Victor Anderson yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kedudukan jadi sama 1-1. Skor imbang membuat pemain kedua tim bermain keras. Pemain-pemain tuan rumah berjuang keras untuk menambah gol dan merebut kemenangan. Di sisi lain, tim tamu tak kalah ngototnya untuk mempertahankan posisi seri. Permainan keras yang diselingi dengan aksi sikut mewarnai jalannya pertandingan di paro kedua babak kedua. Menit ke-82 Persebaya mendapat hadiah tendangan bebas, setelah Leonardo dijatuhkan pemain belakang Pelita KS di luar kotak penalti. Kesempatan emas ini dimanfaatkan dengan baik oleh Leonardo. Kendati para pemain Pelita KS telah membuat pagar betis sangat rapat, ternyata Leonardo mampu mengarahkan bola tendangannya ke kanan gawang. Hasilnya gol, 2-1 untuk Persebaya. Namun gol kedua Persebaya diprotes keras pemain-pemain Pelita KS. Sebab, mereka menilai pemain Persebaya Gendut Doni C berdiri pada posisi off side dan menghalangi pandangan kiper Bayu Cahyo. ''Pemain kami protes keras karena ada pemain Persebaya berdiri offside saat berlangsung tendangan bebas,'' kata Pelatih Pelita KS Danurwindo. Dalam pertandingan kemarin, wasit Djajat Sudrajat mengeluarkan dua kartu kuning, yakni untuk H Mursyid Effendi (Persebaya) dan Edar Hendra (Pelita KS). Laga kemarin merupakan pertandingan usiran bagi Persebaya, sehingga jalannya pertandingan tanpa disaksikan penonton. Persebaya: Hendro Kartiko, Anang Ma'ruf, Mat Halil, Leonardo Gutierrez, Nova Arianto/Rahel T, H Mursyid Effendi (kapten), Choirul Anam/Luciano S, Uston Nawawi, Danilo Fernando, Kurniawan Dwi Yulianto, Christian Carasco. Pelita KS: Bayu Cahyo, N Novianto/Leo Saputra, Edar Hendra, Bayu Sutha, Victor Anderson, Samuel Chebli (kapten), Matheus Werinusa, M Nasuha/Isfrianto, Imam Faisal/Yacob Jaya, Kennech Nemack.(G14-22) |