logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 OLAHRAGA
Line

Kepindahan Timnas U-20 ke Bantul Dipertanyakan

JAKARTA-Kepastian bakal ditempatkannya para pemain dari tim nasional di bawah usia 20 tahun (U-20) ke tim Persiba Bantul untuk berkompetisi di Divisi I pada tahun 2005 masih mendapat tentangan dari kalangan dalam PSSI sendiri.

Rencana tersebut khususnya dipertanyakan oleh Komisi Displin PSSI, yang sejauh ini ternyata masih berpendapat Persiba belum sah ke Divisi I. ''Sejak kapan pengurus harian PSSI memastikan Persiba Bantul sudah pasti berkompetisi di Divisi I? Setahu saya pengurus harian PSSI masih belum membuat keputusan mengenai permasalahan Bantul,'' kata Ketua Komdis Togar Manahan Nero Simanjuntak.

Menurut dia, bakal ikut sertanya Persiba Bantul di kompetisi Divisi I pada tahun 2005 membuktikan arogansi pengurus harian PSSI. ''Beberapa waktu lalu saya bicara dengan Nugraha Besoes (sekjen, red) dan dia mengatakan bahwa pengurus harian memang belum menuntaskan kasus itu,'' papar Togar.

Sebagaimana diketahui, Persiba sebelumnya digugat oleh Persitara Jakarta Utara setelah terbukti memakai pemain yang terlibat dalam pemakaian narkoba. Dua pemain tersebut, Dwi Prasetyo dan Dedy, memperkuat Persiba Bantul pada babak perempat final kompetisi Divisi I PSSI yang digelar pertengahan Agustus di Purwodadi.

Dari fakta yang ada, Dwi dan Dedy sebenarnya masih dalam status skorsing lima tahun oleh komdis PSSI setelah terbukti mengkonsumsi narkoba ketika memperkuat PSS Sleman, pada kompetisi Divisi Utama 2003.

Dalam perkembangan kasus tersebut kemudian, pengurus harian PSSI secara diam-diam telah menetapkan skorsing seumur hidup tak boleh lagi terlibat dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI.

Togar sendiri berpendapat, skorsing seumur hidup untuk Dedy dan Dwi tersebut belum menjadi sebuah penyelesaian yang baik. (wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA