| Senin, 20 Desember 2004 | OLAHRAGA |
Bambang Nurdiansyah Tak Mau DidikteSEMARANG- Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah tidak mau didikte siapa pun, termasuk manajemen tim, dalam hal perekrutan pemain. Pemain yang telah dipilih manajemen tim, belum tentu bisa bergabung, jika tidak sesuai dengan karakter yang diinginkannya. Tekadnya itu muncul, mengingat mantan penyerang timnas ini ingin membentuk tim yang solid dan berkarakter. Dia mengakui, sebelum resmi dikontrak, manajemen tim sudah berburu pemain. Meski demikian, bukan berarti para pemain tersebut dipastikan bergabung dengan PSIS. Sebab, manajemen tim tetap menyerahkan perekrutan pemain terhadap dirinya. ''Pemain yang dipilih manajemen tim tetap harus saya lihat dulu kemampuannya. Jika jelek, mengapa harus dipaksakan,'' tegasnya ''Saya tetap harus punya prinsip. Tapi, sifatnya tidak kaku. Jika mereka sudah telanjur mengikat satu atau dua pemain, saya masih bisa kompromi,'' kata Bambang yang hari ini di Stadion Jatidiri akan memulai seleksi terhadap para pemain hasil talent scouting Kompetisi Antarklub PSIS. Jumlah pemain hasil pantauan pemandu bakat itu mencapai 36 orang. Mereka akan dibagi dalam tiga tim. Pemain Muda Rencananya, ketiga tim itu akan saling diadu selama tiga hari mulai Senin sore ini. Dalam seleksi itu, Bambang akan dibantu oleh tim pemandu bakat Kompetisi Antarklub PSIS yang terdiri atas Daud Joko Ganafianto, Firmandoyo, Hengky Siegers, dan Susilo Hadi. Dalam perekrutan pemain, mantan top scorer Galatama ini menginginkan pemain muda, ngotot dan punya fighting spirit yang tinggi di samping teknik yang bagus. Pemain-pemain muda itu untuk mendampingi pemain yang sudah direkrut. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta karakter permainan yang cepat, fight dan ngotot. ''Saya ingin pemain yang pekerja keras dan berani. Itu untuk menciptakan karakter permainan cepat,'' ujarnya. Soal permintaan manajer tim Yoyok Sukawi yang menghendaki pasukan Mahesa Jenar memakai formasi 4-4-2, dia tidak bisa menjanjikan. Sebab, hal itu tergantung dari kemampuan dam pemahaman pemain terhadap formasi tersebut. Jika pemain tidak paham kelebihan dan kelemahan formasi itu, dia tidak akan memaksa. ''Untuk menang di pertandingan kan tidak mesti harus memakai formasi 4-4-2. Jika pemain lebih memahami 3-5-2, mengapa dipaksakan,'' tandasnya. Di KLI XI nanti, Bambang butuh paling tidak tambahan empat pemain lagi. Pemain tersebut untuk mengisi kelemahan di sektor sayap kanan, sayap kiri, gelandang dan striker. Untuk sektor sayap, dibutuhkan pemain yang mempunyai determinasi tinggi dan rajin bergerak untuk membantu pertahanan maupun serangan. Untuk gelandang, yang dicari adalah mereka yang fight, ngotot dan cerdik untuk menghidupkan lini tengah. Di lini depan, dia menginginkan pendamping Indriyanto dan Purwanto yang mau bekerja keras dan berani. (H13-22) |