logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 NASIONAL
Line

SOSOK

Prihatin Kemenangan Kalla


Amien Rais

APA komentar Amien Rais atas terpilihnya Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar?

Mantan ketua MPR yang jauh sebelumnya mengimbau Kalla untuk mengurungkan pencalonannya ini mengaku sangat prihatin.

"Saya melihat kemenangan Kalla dengan rasa prihatin. Karena inilah awal dari blunder-blunder yang akan dikerjakan pemerintahan SBY-Kalla. Sebab, dulu pernah diembuskan bagi eksekutif untuk tidak memegang rangkap jabatan, sekarang malah tokoh nomor dua di republik ini memberi contoh yang jelek," ungkap Amien usai memberi ceramah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/12).

Menurutnya, sebagai pejabat negara biasanya seseorang bergerak dari kesetiaan yang sempit kepada kesetiaan yang lebih luas. Dari kesetiaan partai yang sempit ke kesetiaan bangsa. "Tapi ini malah bergerak dari bangsa yang luas menjadi kesetiaan partai yang sempit.''

Karena kondisi yang demikian, Amien menengarai, selain akan muncul Orde Baru jilid dua yang menyerimpung semua cita-cita SBY, juga kolusi baru. "Ini tidak bisa tidak. Sebab rumus kekuasaan itu baik kekuasaan di utara, barat, timur, maupun di mana pun cenderung korup. Nah dengan kekuasaan yang makin besar, maka korupsinya juga akan makin besar," tegas Amien.

Hal itu dikatakan Amien, karena dengan posisi terbaru akan terjadi tiga kepentingan yang menumpuk pada Kalla. Yakni kepentingan bisnis karena dia juga pengusaha, kepentingan Golkar, dan kepentingan negara dengan jabatannya sebagai wakil presiden. "Bisa-bisa dia nanti akan jadi nakhoda yang menyaingi SBY. Repulik ini bisa-bisa akan dipimpin dua nakhoda, satu namaya SBY dan yang satu Jusuf Kalla."

Dia setuju atas pendapat Ketua MPR Hidayat Nurwahid bahwa sesungguhnya Golkar dulu tidak mencalonkan SBY-Kalla. Tetapi dengan mesin politiknya, memang tiba-tiba Kalla mengadakan perebutan. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menggoyahkan pemerintahan SBY.(jo-33t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA