| Senin, 20 Desember 2004 | NASIONAL |
Pelukis Amri Yahya Meninggal
SENIMAN kondang Prof Dr H Amri Yahya, Minggu (19/12) kemarin pukul 11.30 WIB meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito, Yogyakarta. Amri meninggal pada usia 65 tahun, karena komplikasi gula, darah tinggi, dan jantung. Almarhum meninggalkan seorang istri, Ny Soed Sri Susanti, dan empat anak dan empat cucu. Keempat anak itu, Emi Palupi, Adi Prastyo, Yunipan Nur Yoganata, dan Feriko Asha. Jenazah kini berada di rumah duka di Kampung Gampingan, Yogyakarta. Menurut rencana siang ini (Senin 20/12) jenazah akan diberangkatkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Namun pihak keluarga belum bisa menyebutkan akan dimakamkan di mana. Ada dua alternatif tempat pemakaman, yaitu di makam keluarga Gampingan dan makam seniman Imogiri, Bantul. ''Kami belum tahu Mas, karena masih akan dibicarakan dalam rapat keluarga,'' kata Lik Susanto yang sejak kecil mengabdi kepada keluarga almarhum. Menurut Susanto, almarhum dirawat di Rumah Sakit Sardjito sudah sejak dua bulan lalu. Almarhum kelahiran Ogan Ilir, Palembang, 29 September 1939, dikenal sebagai seorang pelukis batik dan kaligrafi, tetapi juga dikenal sebagai pelukis yang setia mengangkat isu keanekaragaman hayati bumi Indonesia. Selama melukis, almarhum lebih cenderung memilih jenis tsuluts dan naskhi, selain keduanya dirasakan lebih mudah dibaca juga sejalan dengan goresan yang dianutnya. Selain itu, almarhum juga guru besar pendidikan seni rupa di Universitas Negeri Yogyakarta dan anggota kehormatan International Association of Art (IAA-Unesco). Hingga saat ini telah berpameran tunggal dan bersama di hampir seluruh kota penting di lima benua. Pameran dimulai dari Benua Australia (1957), berlanjut ke Benua Asia, Eropa, dan Amerika, termasuk keliling kawasan Timur Tengah (1976-1979, dan 1985). Terakhir almarhum pameran tunggal pada tahun 1996 di Asian Art Museum, San Francisco, untuk ke 5 kalinya di Amerika Serikat.(sgt-76,58t) | ||||