| Senin, 20 Desember 2004 | NASIONAL |
Bom Kuningan Direka UlangJAKARTA-Polda Metro Jaya, Minggu (19/12), menggelar reka ulang ledakan bom September 2004 di depan Kedubes Australia Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan 10 tewas dan 180 luka-luka. Tersangka Rois, Thohir (alias Anshori), Hasan, dan Apuy hadir pada reka ulang ledakan 9 September 2004 tersebut. Reka ulang tampak lancar karena para tersangka dapat memperagakan dengan jelas seluruh rangkaian yang dimulai dari kawasan Kalideres Jakarta Barat hingga terjadi ledakan. Di lokasi ledakan juga dilakukan reka ulang survei ledakan yang dilakukan Rois, Thohir, dan Hasan, namun yang diperagakan hanya survei ketiga. Reka ulang tersebut dijaga 100 polisi gabungan Brimob Polda Metro Jaya, Samapta, dan Polres Jakarta Selatan. Rekonstruksi tampak tidak terlalu mendapat perhatian warga, sebab lokasi ledakan terjadi di kawasan perkantoran dan jauh dari permukiman penduduk. Proses reka ulang dimulai dari keberangkatan Dr Azahari, Hasan, dan Heri Gulun pada 9 September 2004 pukul 05.00 dari rumah kontrakan di Kalideres dengan menggunakan kendaraan boks B-9687-PJ. Dr Azahari Kendaraan menuju lokasi melalui jalan tol dan keluar lewat pintu tol Pancoran menuju Jalan HR Rasuna Said. Kendaraan berhenti di belakang Kantor Depkop dan UKM untuk menerima sepeda motor dari Sapta, selanjutnya mobil boks itu menuju Jalan Cianjur (depan Kedubes Italia). Di tempat itu Dr Azahari mulai mengaktifkan bom, kemudian kendaraan berhenti di halte Plaza Kuningan. Di lokasi tersebut Azahari turun, lalu ikut menumpang sepeda motor yang dikemudikan Hasan. Heri Gulun mengendarai kendaraan boks menuju lokasi depan Kedubes setelah Azahari menyerahkan pilihan kepada Heri untuk menarik pemicu dan bom langsung meledak atau pemicu ditarik, namun ledakan tertunda tujuh menit. Tidak diketahui pilihan Heri yang tewas dalam ledakan itu. Mobil boks direncanakan akan meledak di depan gerbang Kedubes, namun karena kendaraan dihalangi petugas sehingga meledak di jalur lambat depan pagar Kedubes. Usai ledakan, Azahari dan Hasan naik sepeda motor dari depan Pasar Festival ke Bekasi, lalu ke Cikampek. Hingga saat ini para tersangka yang belum tertangkap adalah Azahari, Nurdin M Top, dan Jabir.(ant-78t) |