logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 NASIONAL
Line

Lagi, TKI Tewas akibat Jatuh dari Apartemen

BATAM- Seorang lagi, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura tewas akibat jatuh dari lantai 23 sebuah apartemen di Singapura, Sabtu (18/12).

Kedutaan Besar RI di negeri itu, Minggu, membenarkan bahwa seorang TKI bernama Sulastri (21), asal Madiun, tewas setelah jatuh dari apartemen bersama seorang bayi yang biasa diasuhnya.

"KBRI telah mengecek kabar itu, dan benar bahwa yang meninggal itu warga Indonesia," kata Kepala Bidang Penerangan KBRI Singapura Chalief Akbar saat dikonfirmasi melalui telepon.

Menurut catatan KBRI, kematian Sulastri menjadikan statistik TKI yang meninggal akibat jatuh dari apartemen di Singapura, dengan berbagai sebab dan motif, selama 2004 menjadi genap 25 orang, atau lebih dari 100 jika dihitung sejak 1999.

Sementara itu, koran Singapura terbitan Minggu menyebutkan, kematian Sulastri bersama anak majikannya yang berusia lima bulan Yap Soon Heng disaksikan banyak tetangga sesama penghuni apartemen di blok 120 Kim Tian Road, Tiong Bahru.

Koran itu menyebutkan, sejumlah saksi menyaksikan Sulastri menggendong bayi asuhannya sambil duduk di tepi jendela yang tidak terkunci.

Pukul 15.00 waktu setempat tiba-tiba dia melepaskan bayi itu keluar jendela sebelum beberapa detik kemudian dia juga melompat ke luar jendela itu, dan mereka kemudian sama-sama terempas ke semak-semak yang ditumbuhi palm.

Seorang saksi mengatakan, sempat berteriak dalam bahasa Mandarin agar Sulastri tidak berbuat bodoh karena sangat berbahaya duduk di jendela yang terbuka.

"Tapi ketika itu udara sedang berangin dan kemungkinan dia tidak mendengar," kata orang yang hanya mau disebut dengan Nyonya Lim, tetangga yang tinggal di blok sebelah.

Saksi lain, seorang pebisnis bernama John Chua, seperti dikutip koran itu, menyebut bahwa Sulastri duduk di sana sekitar lima menit dan membalikkan badannya seperti sedang berbicara ke seseorang di dalam kamar.

"Tiba-tiba dia mengeluarkan tangannya dan membiarkan sang bayi lepas dari jangkauannya. Tak lama kemudian dia mendorong dirinya dengan tangannya," katanya.

Saksi itu menyatakan melihat seorang tua, yang diyakini kakek dari si bayi, melihat ke bawah dari jendela.

Sebelum kejadian, seperti biasanya majikan Sulastri menitipkan dia bersama bayinya ke flat milik orang tua mereka. Saat peristiwa terjadi, hanya Sulastri, sang bayi, dan kakek-nenek yang ada di flat itu.

Chalief Akbar melalui telepon menyatakan, saat ini pihak yang berwenang di negeri itu sedang menyelidiki penyebab peristiwa itu.(ant-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA