| Senin, 20 Desember 2004 | NASIONAL |
Garuda Operasikan 16 Pesawat Berbadan LebarJAKARTA-Terhitung hari Minggu 19 Desember 2004 kemarin, Garuda Indonesia mulai menerbangkan jamaah haji Indonesia. Khusus kemarin, secara serentak dilakukan penerbangan haji pertama dari tujuh embarkasi. Untuk fase pertama penyelenggaraan keberangkatan akan berlangsung hingga 15 Januari 2005, sedangkan pelaksanaan penerbangan haji tahap kedua (pemulangan) dilakukan pada tanggal 26 Januari - 23 Februari 2005. Demikian Kepala Komunikasi Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto, di Jakarta, kemarin. Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2004/2005 Garuda akan mengoperasikan 16 pesawat berbadan lebar yang tahun pembuatannya di atas tahun 1980-an, sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Departemen Agama sebagai pihak yang menyewa penerbangan haji Garuda. Beberapa pesawat bahkan merupakan buatan tahun 2000-an. Keenam belas pesawat tersebut adalah satu pesawat berasal dari Garuda (A-330) dan 15 pesawat lainnya disewa Garuda dari maskapai asing, yaitu 4 pesawat B-747, 8 pesawat B-767, dan 3 pesawat A-330. Kapasitas tempat duduk ketiga jenis pesawat haji tersebut adalah B-747 (455 kursi), B-767 (325 kursi), dan A-330 (325 kursi). ''Proses tender pesawat tersebut dilaksanakan secara terbuka dan transparan, yang diumumkan di beberapa media cetak nasional dan internasional,'' katanya. Sedangkan awak kabin yang akan bertugas, lanjut dia, dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2004/2005 mendatang berjumlah 740 orang, terdiri atas 610 awak kabin musiman dan 130 awak kabin reguler Garuda. Dari 610 awak kabin musiman tersebut, terdapat 169 awak kabin yang direkrut Garuda yang berasal dari putra-putri daerah embarkasi. Tujuan Garuda merekrut awak kabin asal putra-putri daerah tersebut adalah bagian dari pelayanan kepada para jamaah untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian jamaah hanya mampu berbahasa daerah. Langsung ke Madinah Masih kata dia, Garuda dalam pelaksanaan angkutan haji tahun 2004/2005 akan menerbangkan jamaah asal Embarkasi Medan dan Jakarta langsung ke Madinah. Jamaah asal embarkasi yang lain (Banda Aceh, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Solo) tetap diterbangkan ke Jedah, sebagaimana pelaksanaan penerbangan haji tahun-tahun sebelumnya. ''Garuda belum dapat menerbangkan jamaah dari seluruh embarkasi langsung ke Madinah, karena bandara Madinah memiliki beberapa keterbatasan fasilitas pendukung operasional, ''paparnya. Keterbatasan itu khususnya meliputi aspek ground handling antara lain untuk proses pemuatan dan penurunan bagasi (loading-unloading baggage), fasilitas city check-in, penginapan kru, keterbatasan ruang terminal di bandara, dan lain-lain. Bandara Madinah hingga saat ini masih merupakan bandara domestik. Dia menambahkan, dalam pelaksanaan angkutan haji, Garuda mengalami beberapa perubahan rute penerbangan, khususnya dari Embarkasi Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar ke Jedah atau sebaliknya, yaitu penerbangan haji tersebut akan melakukan persinggahan (transit) di Abu Dhabi. Pertimbangan melaksanakan transit di Abu Dhabi tersebut karena pesawat-pesawat haji yang disewa Garuda yang berasal dari perusahaan penerbangan Britania Air dan My Travel memindahkan home base awak dari Saudi Arabia ke Abu Dhabi berkaitan dengan adanya travel warning dari Pemerintah Inggris yang mengimbau warga negara Inggris untuk membatasi (meminimalisasi) kegiatannya di Saudi Arabia.(bn-78t) |