logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 NASIONAL
Line

Tak Ada Pejabat Depag Tinjau Haji

JAKARTA-Menteri Agama M Maftuh Basyuni menegaskan, tidak ada seorang pun pejabat Departemen Agama, termasuk dirinya, yang berangkat meninjau pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci pada musim haji 2005 (1425 H), yang pemberangkatan kloter pertamanya secara nasional dimulai Minggu (19/12).

"Kenapa pejabat Depag tidak ada yang berangkat, karena kehadiran mereka bisa memecah perhatian petugas haji, sehingga dikhawatirkan petugas menjadi tidak sepenuhnya memperhatikan jamaah haji," katanya kepada wartawan di Terminal III Khusus Haji Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Minggu, usai pelepasan jamaah haji kloter pertama secara nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Karena itu, katanya, agar para petugas haji berkonsentrasi penuh untuk melayani jamaah haji, maka musim haji kali ini tidak ada pejabat Depag yang berangkat.

Menurut dia, pemantauan selama pelaksanaan ibadah haji cukup dilakukan oleh amirul hajj beserta anggotanya. Pemerintah telah menunjuk mantan menteri agama Tolchah Hasan selaku Amirul Hajj 2005 didampingi dua anggota yang merupakan staf ahli Menag, serta seorang sekretaris dari staf kepresidenan.

Hal itu, kata Menag, merupakan salah satu perwujudan komitmen jajaran Depag sebagai penyelenggara haji untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.

Selain itu, pada musim haji ini pemerintah akan memberikan makan sebanyak dua kali kepada jamaah selama di kota Madinah dan Arab Saudi.

"Karena di Madinah itu sangat dibutuhkan tenaga untuk beribadah, dua kali makan sehari ini menolong betul untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah haji. Dan untuk itu tidak ada biaya tambahan," katanya.

Menag menambahkan, pihaknya cukup bersyukur karena tidak seperti biasanya pelepasan jamaah haji tahun 2005 ini langsung dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita bersyukur, pelepasan dilakukan sendiri oleh Bapak Presiden beserta Ibu. Kemarin sebenarnya memang tidak diacarakan, tetapi beliau (Presiden) memandang sangat perlu dan koncern terhadap jamaah haji, sehingga beliau ingin melepas sendiri keberangkatan jamaah haji Indonesia," katanya.

Jamaah haji biasa yang diberangkatkan tahun ini mencapai 188.642 orang dengan petugas kloter 2.385 orang. Mereka akan diberangkatkan dan diangkut dalam 480 kloter, sedangkan untuk jamaah haji BPIH khusus (ONH Plus) 15.936 orang dengan petugas nonkloter 306 orang.

Pada hari Minggu (19/12), jamaah haji secara serentak diberangkatkan pada delapan dari sembilan embarkasi yang memberangkatkan jamaahnya. Satu embarkasi yakni Embarkasi Batam baru mulai memberangkatkan pada 25 Desember 2004.

Sementara itu, yang batal berangkat 358 calon haji biasa dan 64 calon haji khusus karena mengundurkan diri, meninggal, sakit, dan lain-lain.(ant-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA