logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 NASIONAL
Line

Perbaikan Adi Sumarmo Belum Selesai

  • Gubernur Lepas Kloter I

BOYOLALI - Meski perbaikan lampu instrument landing system (ILS) belum selesai, pemberangkatan kloter I yang dilepas Gubernur Jateng H Mardiyanto dari Bandara Adi Sumarmo, pukul 06.00 Minggu (19/12) kemarin lancar. Direktur Operasional Teknis Angkasa Pura I Risman Nuryadin berjanji akan segera menyelesaikan kerusakan peralatan akibat musibah pesawat Lion Air beberapa waktu yang lalu.

''Rencananya hari ini sudah dikalibrasi, dan pesawatnya (untuk men-set-up kalibrasi supaya persis) sudah ada di Surabaya. Tapi karena tadi malam hujan deras, baru akan dilakukan hari ini,'' kata dia di hadapan Gubernur Jateng seusai melepas keberangkatan jamaah haji di Bandara Adi Sumarmo, kemarin.

Dia menjelaskan, proses kalibrasi akibat kerusakan di ILS - termasuk memperbaiki posisi antena - membutuhkan waktu yang cukup lama. ''Kami harus men-set-up kalibrasinya, sudah persis atau belum. Dan itu (set up) bisa memakan waktu sampai sembilan jam.''

Meski demikian, dia menyatakan, lampu ILS yang belum siap tersebut tidak berdampak cukup serius bagi penerbangan haji. Sebab, Bandara Adi Sumarmo dilengkapi sejumlah peralatan navigator yang secara operasional bisa mem-back up kebelumsiapan ILS. ''Bandara Adi Sumarmo memiliki VHR (Very hi-frequency Homely directional Radio Range), DMA (Distance Measuring Equipment, alat untuk mengukur jarak) dan visual aid. Jadi, secara operasional cukup lengkap karena sudah ada back up-nya.''

Jaga Kekompakan

Dalam sambutannya, Gubernur meminta jamaah tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan inter maupun antarkloter selama berhaji. Termasuk menjaga keharmonisan kerja sama antara jamaah haji dan ketua kelompok dan para petugas pembimbing haji, yang dilandasi semangat ukhuwah Islamiyah serta prinsip asah, asih, dan asuh.

''Hal itu sangat berdaya guna dalam menjaga dan mengangkat citra bangsa di mata Pemerintah Arab Saudi dan berbagai bangsa yang menunaikan ibadah haji,'' kata dia saat melepas jamaah dari Kabupaten Wonogiri (270), Kabupaten Purworejo (48), Kabupaten Jepara (45), Kota Semarang (37) dan petugas (5) di Gedung Muzdalifah kompleks Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Sumarmo Drs HM Chabib Thoha MA menjelaskan, tahun ini yang berangkat dari Solo 22.095 jamaah, meliputi 19.414 jamaah dari Jawa Tengah (ditambah 244 petugas) terbagi dalam 49 kloter, 2.681 jamaah dari DI Yogyakarta (ditambah 34 petugas) terbagi dalam 7 kloter.

Sementara itu, kloter II yang membawa 405 calon haji asal Kabupaten Purworejo, 42 calon haji asal Kota Semarang, dan 15 asal Kabupaten Boyolali, dan petugas (5) berangkat pukul 09.45.

Dua calon haji kloter II dinyatakan mutasi keluar (batal berangkat), yakni Abidatul Mardliyah binti Suhatmoro (28) asal Solo karena hamil, dan seorang calon petugas haji, Nemen Sudarmono bin Widodo (52) asal Kabupaten Jepara, karena sakit. (G13-58t)

Jadwal Keberangkatan

Selasa, 21 Desember 2004

Kloter 6

(400 calon haji asal Kab Kudus), pukul 19.00.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA