| Senin, 20 Desember 2004 | NASIONAL |
Pengurus ''Mbalela'' Masuk Kabinet KallaNUSA DUA- Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla bersama tim formatur langsung menyusun jajaran pengurus Golkar 2004-2009. Sejumlah nama yang sebelumnya dianggap ''mbalela'' dan berseberangan dengan Akbar Tandjung masuk dalam kabinetnya, di antaranya nama Fahmi Idris yang duduk sebagai anggota Dewan Penasihat dan Muladi sebagai Ketua Bidang Hukum, HAM dan Otda. Jusuf Kalla menjelaskan nama-nama yang sebelumnya dianggap ''mbalela'' telah direhabilitasi. "Masalah ini diserahkan kepada pengurus baru. Pengurus yang baru telah menetapkan bahwa teman-teman kami kembalikan kepada statusnya. Teman-teman yang dulu itu sudah kami rehabilitasi secara langsung," ujarnya dalam konferensi pers menutup Munas Golkar Ke-7 di Bali. Setelah diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat, kata Fahmi Idris, berarti dirinya sudah direhabilitasi. Untuk selanjutnya dia akan mencabut gugatan kepada DPP atas kasus pemecatan yang prosesnya sudah sampai ke pengadilan. "Masalah saya selesai. Saya mau mencabut kalau masalah di internal sudah selesai. Mudah-mudahan minggu depan bisa diproses dan tinggal membuat surat. Ini hanya masalah administrasi saja," katanya. Rehabilitasi Meski demikian Akbar Tandjung menyatakan Fahmi cs belum secara resmi direhabilitasi. Seharusnya rehabilitasi dilakukan lebih dulu saat mereka masih sebagai anggota. Setelah itu baru direkrut dalam kepengurusan Partai Golkar masa bakti 2004-2009. Yang jelas, kata dia, pemecatan Fahmi cs sesuai prosedur organisasi karena munas menerima seluruh pertanggungjawaban pengurus lama. Fahmi Idris mengaku menghadiri acara munas karena ditelepon seseorang sepengetahun Jusuf Kalla. Ketika memasuki ruangan dia masih mengenakan baju putih. Jas kuning Golkar hanya ditenteng. Setelah namanya disebut sebagai jajaran anggota Dewan Penasihat, Menteri Tenaga Kerja itu langsung mengenakan jas kuningnya. ''Saya sudah rindu mengenakan jaket ini,'' katanya di sela-sela penutupan munas. Pengukuhan pengurus 2004-2009 ditandai penyerahan panji Golkar dari pimpinan Munas Abdul Ghafur kepada Ketua Umum Jusuf Kalla. (Tim SM-83) |