| Senin, 20 Desember 2004 | NASIONAL |
Terseret Sungai Ciandong, Dua Tewas Dua HilangBOGOR-Dua aktivis pencinta alam (PA) yang tegabung dalam kelompok Sahid Ekonomi Adventure Tim (SEAT), tewas terbawa banjir bandang Sungai Ciandong, di kawasan wisata Gunung Salak Endah, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/12). Sementara itu dua lainnya masih dalam pencarian. Korban tewas itu diidentifikasi sebagai Mohamad Solihin yang akrab dipanggil Mamat (23), warga Jl Danau Toba, Pejompongan, Jakarta Pusat. Mamat, adalah aktivis PA yang bukan mahasiswa Universitas Sahid, namun ikut bergabung dengan SEAT, kemudian Adi Wibisono (21 ) asal Cikarang Bekasi. "Sedangkan dua korban yang belum ditemukan adalah Dwi Haryanti (23) asal Kramat Jati, Kalibata, Jakarta Selatan, dan Kirana Agus Kiarini (23), warga Jl Sadewo Depok," kata Kopral Kepala (Kopka) TNI-AD, Sutiyono, anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 2121/Cibungbulang, Bogor, yang baru pulang dari lokasi penyisiran dalam proses evakuasi, Minggu malam. 30 Orang Keempat korban adalah bagian dari 30 rekannya yang hendak menyeberangi sungai Ciandong untuk menuju Kampung Rawalega, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Menurut Ketua SEAT, Agus Wahyudin (25), kegiatan yang diikuti 30 orang ini dimulai dengan pendakian Gunung Salak sampai Kawah Ratu melalui jalur Cidahu, Sukabumi. Mereka berangkat dari kampus di Jl Prof Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/12) sekitar pukul 14:00 WIB dan sampai di Cidahu, Sukabumi pukul 18:30 WIB. (ant-58) |