logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 NASIONAL
Line

Taufik Hidayat Inginkan Juara Dunia


MEDALI KEMENANGAN: Taufik Hidayat memamerkan medali kemenangannya setelah menjuarai tunggal putra dalam Indonesia Terbuka 2004 yang berakhir kemarin. Taufik mengalahkan Chen Hong dari China di final. Ganda putra Indonesia, Luluk Hadiyanto/Alven Yulianto, juga keluar sebagai juara dengan menundukkan Cai Yun/Fu Haifeng.(79)

JAKARTA - Taufik Hidayat bertekad merebut gelar juara dunia dan All England, setelah semalam sukses mempertahankan gelar Indonesia Terbuka dengan mengalahkan Chen Hong 15-10,15-11 di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno. Ini untuk kali kelima Taufik merebut gelar Indonesia Terbuka, dan tiga di antaranya adalah dengan mengalahkan lawan yang sama, Chen Hong.

''Kunci kemenangan saya adalah rasa percaya diri. Sejak awal saya yakin mengalahkan Chen Hong. Kami sudah lima kali bertemu dan tidak sekali pun dia pernah menang,'' tutur Taufik, yang berkat kemenangan tersebut berhak atas hadiah 13.600 dolar AS.

Menurut dia, pada set kedua dirinya sempat lengah. Hal inilah yang menyebabkan Chen sempat mengejar dalam pengumpulan angka. ''Setelah beberapa saat, saya dapat menguasai keadaan. Saya masih yakin untuk langsung menang dua set. Itu akhirnya jadi kenyataan,'' paparnya.

Taufik Hidayat juga berjanji untuk tetap mempertahankan gelar juara Indonesia pada tahun depan. Ambisinya untuk menyamai rekor Ardi Bernadus Wiranata menjadi juara event tersebut sebanyak enam kali harus diwujudkan.

Terima Kasih

''Saya berterima kasih atas dukungan penonton dan PBSI. Gelar ini juga untuk pelatih saya. Pertandingan lawan Chen Hong lebih ringan dibanding dengan pertandingan lawan Lin Dan,'' ujar anak didik Mulyo Handoyo itu.

Mulyo Handoyo menyatakan, penampilan Taufik lawan Chen Hong tidak berbeda jauh dengan saat dia menghadapi Lin Dan. ''Dia bisa meredam kecepatan Chen Hong. Taufik mampu mendikte Chen. Kunci kemenangannya adalah dia terus tenang,'' paparnya.

Chen Hong mengakui, Taufik Hidayat memiliki teknik-teknik yang mengejutkan. ''Tekniknya bagus dan banyak yang belum saya ketahui. Saya selalu kalah kalau menghadapi Taufik di Indonesia. Saya ingin ketemu dengan dia di luar Indonesia,'' papar pemain asal China tersebut, yang berhak atas hadiah 6.800 dolar AS.

Chen menambahkan, dirinya akan belajar lebih banyak setelah kembali ke China. Teknik-teknik kejutan Taufik akan dipelajari secara seksama. ''Saya masih yakin bisa menang lawan Taufik kalau bertemu lagi,'' tandasnya. (D3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA