| Senin, 20 Desember 2004 | MURIA |
Kasus Pengeroyokan MuzaidiSetelah 4 Tersangka Ditahan Giliran 6 Menyerahkan DiriJEPARA - Tersangka kasus pembunuhan Muzaidi (30) warga Pancur, Kecamatan Mayong, Jepara bertambah menjadi sepuluh orang. Menyusul penahanan Nurkhan, Tukan, Ahmad Tumari, dan Muhkalim, enam warga menyerahkan diri ke Mapolres Jepara. Mereka adalah Makfud, Burdi, Fatkhum, Nur Khasan alias Gandes, Khares, dan Masru'an. ''Diantar petinggi Pancur, enam warga datang menyerahkan diri kemarin (Sabtu lalu),'' kata Kapolres Jepara AKBP Drs Fakhrizal seusai pemberangkatan jamaah haji di Pendapa Kabupaten Jepara, Minggu kemarin. Kapolres mengaku senang, warga yang terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap Muzaidi, mau menyerahkan diri. ''Semoga saja segera diikuti yang lain. Bagi yang terlibat dan sekarang masih melarikan diri cepat atau lambat bakal tertangkap, sebab identitas pelaku sudah diketahui,'' tukas Kapolres. Seperti diberitakan (Suara Merdeka,18/12), pada Kamis malam pekan lalu, empat warga Desa Pancur ditahan di Polres Jepara atas sangkaan terlibat dalam pengeroyokan yang menyebabkan Muzaidi tewas, di Desa Pancur, 21 November 2004 malam. Muzaidi tewas akibat sabetan senjata tajam dan pukulan benda keras setelah dikeroyok warga yang jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan. Sudah Dipersiapkan Berdasarkan pengakuan sejumlah tersangka yang sudah ditahan, aksi massa itu memang sudah dipersiapkan. Alasannya, Muzaidi yang dikenal sebagai tukang peras itu sudah terlalu sering membuat jengkel warga. Sebagian tersangka pernah menjadi korban pemerasan. Sementara itu, petugas Satreskrim Polres Jepara akhirnya bisa mendapatkan barang bukti paling penting, yaitu senjata tajam mirip sabit panjang. Senjata itu ditemukan di tempat pembuangan tinja (kakus). Kondisi senjata itu sudah berkarat. Senjata itulah yang digunakan Tukan untuk membacok Muzaidi kali pertama. Setelah Muzaidi jatuh tersungkur, barulah para pengeroyok beraksi. Ada yang menggunakan senjata tajam, batang pemukul, maupun tangan kosong. Nyawa Muzaidi pun melayang seketika. Jasadnya yang berlumuran darah, kemudian diseret dan diletakkan di tepi jalan kampung.(kar-15m) |