| Senin, 20 Desember 2004 | MURIA |
Lalu Lintas Rembang SemrawutREMBANG - Kota Rembang tergolong semrawut karena semua jenis kendaraan, termasuk truk gandeng, tronton, dan trailer, melintas di tengah kota. Selain itu, banyak pemakai jalan yang kurang mematuhi aturan berlalu lintas. ''Saya sering melihat sepeda motor, dokar, dan becak menerobos lampu merah. Tindakan seperti itu sangat membahayakan pemakai jalan lain,'' kata Pendeta Yusup Pamuji ketika menghadiri acara minum kopi pagi bersama sejumlah pejabat Pemkab di Aula Setwilda (lantai IV) Rembang, kemarin. Selain memberikan kritikan, pendeta itu juga memberikan acungan jempol kepada Pemkab karena dinilai berhasil membangun daerah, terutama di bidang kelautan. Kemajuan itu harus dipertahankan demi kesejahteraan masyarakat. Tamu undangan yang lain, Jakaria, menyorot soal kurangnya penghijauan di Kota Rembang. Dia menunjuk Jl Sudirman dan Jl Diponegoro yang cukup gersang karena tak ada tanaman penghijauannya. Berikutnya, Ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Koyin meminta semua anggota Dewan mendahulukan kepentingan masyarakat. Jangan sebaliknya, hanya memikirkan kepentingan partainya mereka. ''Ingat, Saudara menjadi anggota Dewan karena dipilih rakyat. Karena itu, harus mendahulukan kepentingan rakyat,'' ujarnya. Sementara itu, tokoh agama asal Lasem, KH Nurcholis mengatakan, sebentar lagi daerahnya punya kerja besar, yakni pilihan bupati dan wakil bupati. Karena itu, dia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang bisa mengganggu kerukunan umat atau memecah belah bangsa. Menurutnya, sekarang sudah ada pihak yang berusaha memengaruhi masyarakat agar memilih bupati putra daerah. ''Terus terang, saya tidak setuju dengan pendapat itu. Sebab, dampaknya bisa memecah belah bangsa,'' katanya. Menanggapi soal semrawutnya arus lalu lintas di Kota Rembang, Wakapolres Kompol Drs M Iman menjelaskan, sampai sekarang daerahnya belum memiliki jalan lingkar, sehingga kendaraan berat masih diperbolehkan lewat kota. Ketua DPRD H Djoemali mengakui, kinerja Dewan belum maksimal. Alasannya, perangkat DPRD baru terbentuk. Sementara itu, Bupati H Hendarsono mengaku sudah berupaya menghijaukan daerahnya. Pada tahun ini (2004) Pemkab menyediakan anggaran Rp 2,6 miliar untuk penghijauan. Soal masih adanya kendaraan berat yang melintas di kota Rembang, menurut Hendarsono, Pemkab pernah mengajukan anggaran kepada Pemerintah Pusat untuk membuat jalan lingkar. Namun, hingga sekarang belum ada realisasinya, sehingga arus lalu lintas di kota Rembang masih semrawut. (jl-15e) |