| Senin, 20 Desember 2004 | SEMARANG |
200 SD/MI di Grobogan Rusak Berat
GROBOGAN- Dua ratus sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Grobogan rusak berat. Tak hanya itu, 124 sekolah di antaranya dalam kondisi memperihatinkan dan membahayakan siswa. Sebab, tembok sekolah retak-retak sedangkan kap (kayu-kayu bagian atas) lapuk. Sekolah yang perlu segera diperbaiki itu antara lain SD Tambakselo 2, SD Tambakselo 3, SD Kalongan 1, SD Genuksuran1, SD Kalimoro 3, SD Tegowanu 2, SD Leyang 1, SD Lebak 2, dan beberapa SD lain. "Rata-rata kerusakan sekolah akibat usia bangunan yang tua, yakni SD Inpres 1980- 1982," kata Kasi Penyusunan Rencana dan Program (PRP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Grobogan H Mashud CH SH MM, kemarin. Karena itu, kata dia, pihaknya sudah mengajukan bantuan dana perbaikan kepada Pemprov Jateng Rp 10 miliar untuk 124 sekolah yang rusak berat. Adapun beberapa sekolah lain perbaikannya diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAU) APBD II tahun 2005 Rp 2,5 miliar. "Melalui DAU ini, kami mengusulkan perbaikan 30 sekolah," katanya. Selain itu, pihaknya juga mengajukan perbaikan 11 sekolah melalui dana alokasi khusus (DAK) Rp 1,1 miliar. Dia juga mengungkapkan, pada 2004 ini setidaknya 13 sekolah sudah mendapat subsidi Pemerintah Pusat Rp 1,194 miliar. Adapun sekolah yang sudah diperbaiki meliputi 10 SD dan 3 SMP. "Dengan demikian, jumlah sekolah yang rusak berat sudah berkurang di Grobogan, dari 933 SD/MI tinggal sekitar 200 sekolah," kata Mashud. Biaya Tambahan Sementara itu, Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE mengatakan, untuk memperbaiki beberapa gedung sekolah yang roboh akibat bencana alam, Pemkab Grobogan telah menyedikan anggaran biaya tambahan (ABT) dari Pemerintah Pusat Rp 1,1 miliar pada 2004. "Perbaikan gedung sekolah tersebut akan dilaksanakan berdasarkan skala prioritas," kata Bupati menanggapi robohnya tiga lokal SD Tambakselo 2, Kecamatan Wirosari. Bupati juga menyatakan akan mencari data sekolah-sekolah yang rusak itu. Selain itu, Pemkab juga akan membentuk tim. "Dalam waktu dekat, sekolah yang roboh itu akan segera diperbaiki," katanya. Sebagaimana diberitakan, setidaknya tiga lokal ruang kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri Tambakselo 2, Kecamatan Wirosari roboh. Satu lokal di antaranya bahkan rata dengan tanah, begitu juga dengan toilet akibat hujan deras yang mengguyur desa tersebut. (H3-73i) |