| Senin, 20 Desember 2004 | SEMARANG |
Pupuk Diisukan Langka Petani Diminta Tak Resah
UNGARAN- Berkembangnya isu kelangkaan pupuk beberapa hari lalu, membuat pihak Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Semarang dan PT Pusri selaku distributor di kabupaten tersebut langsung turun ke lapangan. Paling tidak ada tiga kecamatan yang dikabarkan mengalami kelangkaan pupuk, yakni Ungaran, Beringin, dan Pringapus. Pihak Distan, menurut Kepala Ketahanan Pangan Ir Urip Triyogo, telah menurunkan tim bersama PT Pusri ke sejumlah kecamatan tersebut. "Memang, beberapa hari lalu kami mendengar ada kelangkaan pupuk. Namun setelah dicek di lapangan tidak benar isu tersebut. Karena KUD yang ditunjuk sebagai pengecer masih menyimpan stok pupuk. Malah beberapa KUD meminta tambahan pengiriman, karena banyak pesanan," kata dia, kemarin. Menurutnya, mendekati masa tanam ini isu kelangkaan pupuk biasa diembuskan di kalangan petani. Akibatnya, para petani kebingungan dan berusaha mendapatkan pupuk ke berbagai tempat. "Karena panik, mereka segera mencari pupuk ke mana-mana. Kondisi itu digunakan oleh para penimbun untuk menaikkan harga seenaknya," tuturnya. Tidak Langka Nova Wijayanto, selaku Manajer KUD Mekar Ungaran menyatakan di koperasi yang dikelolanya itu tidak terjadi kelangkaan pupuk. Bahkan, menurutnya, selalu ada tambahan persediaan 2-3 ton. "Tidak ada kelangkaan pupuk di KUD sini (KUD Mekar-Red). Selalu ada petani yang membeli pupuk dalam jumlah 50 kg atau eceran," tuturnya Hal senada juga dikatakan staf KUD Klepu M Latif, bahwa selama ini tidak ada kelangkaan pupuk. Dalam hal menentukan harga, kedua pengurus KUD itu masih menggunakan HET yang ditentukan oleh pemerintah yakni Rp 1.050 per kilogram. Satu sak pupuk harganya Rp 52.500. Kalaupun ada kenaikan sedikit biasanya tergantung pada pengiriman. Pada Desember ini, Pemkab telah mengajukan kebutuhan pupuk ke Pemerintah Provinsi 1.800 ton. Hingga kemarin, persediaan pupuk di gudang PT Pusri masih 829 ton. Rencananya Kamis (23/12) nanti ditambah sesuai dengan permintaan pemerintah daerah. "Mengenai harga, sesuai dengan HET yakni Rp 1.050 per kilogram," tambahnya. (rny-73s) |