| Senin, 20 Desember 2004 | SEMARANG |
Pengamanan Gereja DitingkatkanSEMARANG-Seluruh gereja di wilayah hukum Polwiltabes Semarang mendapat penjagaan ekstraketat dari aparat kepolisian dalam rangka perayaan Natal 2004 dan Tahun Baru 2005. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dari ancaman aksi teror bom. Pengamanan yang melibatkan 2/3 anggota kepolisian atau sekitar lebih dari 4.000 personel, baik dari unsur Samapta, Reserse, Intel, Lalu Lintas dan unsur Gegana Brimob Polda Jateng. Selain itu, sejumlah unsur lain juga dilibatkan seperti, TNI, organisasi lintas agama, organisasi kepemudaan, dan Dinas Perhubungan di wilayah Kabupaten/Kota. Pengetatan pengamanan bersifat antisipasi sudah mulai terlihat di beberapa gereja mulai Minggu (19/12). Namun secara resmi akan lebih diperketat mulai Selasa (21/12) sampai Minggu atau Senin (2-3/1). Kapolwiltabes Semarang Kombes Badrodin Haiti menjelaskan, dari seluruh gereja yang menjadi target pengamanan, beberapa di antaranya dilakukan secara khusus. Yakni semua gereja dengan katagori memiliki jemaat sangat banyak dibanding gereja-gereja lainnya. Di antara gereja itu, Gereja Katedral Jl Dr Soetomo, Gereja Isa Al Masih Jl Dr Cipto, Gereja Hati Kudus Tanah Mas, dan Gereja Alva Omega. ''Namun tidak semua gereja dijaga dengan menggunakan alat pemindai logam untuk mendeteksi bom. Hanya gereja tertentu saja yang diperkirakan menjadi incaran teroris,'' katanya. Kapolwiltabes mengatakan, dua jam sebelum acara kebaktian dimulai lingkungan dalam gereja sudah harus steril. Sasaran sterilisasi di antaranya, kawasan parkir mobil atau motor, ruang kebaktian dalam gereja dan sejumlah tempat lain yang masih di lingkungan gereja. Kasat Reskrim Polwiltabes Kompol Wagisan menambahkan, pengamanan tahun ini jauh lebih ketat ketimbang tahun lalu. Hal itu dimaksudkan agar jajarannya tidak kecolongan terkait meledaknya bom di wilayah hukumnya. Parcel Natal Sistem pengamanan di setiap gereja kecil, lanjut Kasat Reskrim dari unsur Polri, meliputi dua anggota dan satu perwira. Adapun untuk gereja besar diturunkan mencapai satu regu personel. Sejumlah mobil rantis (kendaraan taktis) guna mempertajam pengamanan juga akan dipersiapkan di lokasi setrategis, namun bukan di dalam lingkungann gereja. Pengamanan juga akan ditujukan terhadap parcel-parcel yang ditujukan kepada gereja. Bila parcel tidak jelas mengenai siapa pengirim dan asalnya, maka patut dicurigai. Karena itu, warga masyarakat berhak mengundang anggota kepolisian terdekat untuk meminta bantuan guna memeriksa parcel tersebut.(G5-64) |