logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 SEMARANG
Line

Ilmu Hukum untuk Dokter

JIKA bukan karena kecintaan pada profesi dokter, dr Taufik Kresno Dwiyanto barangkali tak pernah mau menekuni ilmu hukum.

Seorang dokter spesialis internis mau belajar ilmu hukum? Sebagian orang tentu mengernyitkan kening mendengar itu.

Namun tidak bagi dr Taufik yang memilih mendalami ilmu hukum dari nol. Mengapa? Dokter satu ini berprinsip bahwa setiap warga negara adalah objek hukum. Terlebih, profesi kedokteran yang selama ini dia tekuni acap bersinggungan dengan logika-logika hukum.

''Selama ini ilmu hukum tak pernah diajarkan di fakultas kedokteran. Padahal, masyarakat kini lebih kritis memandang profesi dokter. Karena itu, jangan heran jika gugatan atas dugaan malapraktik dokter makin mencuat akhir-akhir ini,'' katanya.

Suara dokter yang berpraktik di RST Bhakti Wiratamtama ini terbilang keras mengkritik sejawatnya. Apalagi kalau menyangkut pemberdayaan pengguna jasa pelayanan kesehatan.

Maklum, aktivitas di Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) membuat dia sering diundang dalam pelbagai diskusi dan seminar. Tentu saja mewakili suara masyarakat yang acap dirugikan oleh praktik kedokteran.

Selama di YPKKI sejak sekitar empat tahun silam, Taufik sering menerima aduan masyarakat. Aduan yang sampai ke meja kantornya bermacam-macam, mulai dari dugaan malapraktik, keracunan makanan, sampai pemalsuan obat. Demi belajar ilmu hukum, Taufik yang lulus pendidikan dokter tahun 1985 dan menyelesaikan spesialis internis sejak 10 tahun silam itu mengaku tak canggung kuliah di Fakultas Hukum Untag Semarang. Saat ini dia mempersiapkan wisuda sarjana hukum.

''Salah satu guru terbaik sepanjang hidup saya adalah ayah. Beliau menempa dan mengajarkan pengabdian kepada profesi,'' tuturnya.

Guru terbaik yang dia maksud itu tidak lain Prof Sardanto, guru besar Fakultas Sastra Undip, ayahanda Taufik. (Ninik D-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA