logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 SEMARANG
Line

Kiat Parpol Jaring Cawali/Cawawali (3-Habis)

Partai Kecil Harus Kesampingkan Ego

HANYA dua partai politik yang mempunyai hak langsung mencalonkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam pemilihan kepala daerah di Kota Semarang, Juni 2005, yakni PDI-P dan Partai Demokrat. Masing-masing perolehan kursi dan suara dalam pemilu legislatif 2004, di atas 15 persen seperti yang disyaratkan dalam Pasal 59 UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Parpol lain yang juga memiliki kursi di DPRD Kota Semarang, harus saling bergabung guna dapat mencalonkan pasangan calon. Selain PDI-P dan Partai Demokrat, di DPRD Kota masih ada Partai Golkar, PAN, PKS, PKB, PPP, dan PDS yang mendudukkan wakil di Dewan. Enam partai terakhir itulah yang harus saling bergabung apabila ingin mengusung pasangan calon dalam pilkada langsung, karena perolehan kursi dan suara masih di bawah 15 %.

Dalam perkembangan hingga kemarin, dari enam parpol yang harus saling bergabung, dua di antaranya sudah mendeklarasikan koalisi, yakni PAN dan PPP. Gabungan dua parpol ini, praktis sudah memenuhi syarat jumlah kursi minimal 7 kursi (15 % kursi di DPRD). Karena PAN memiliki 6 kursi dan PPP 2 kursi, sehingga total gabungan parpol itu mengantongi delapan kursi.

Dengan komposisi seperti itu minimal sudah muncul tiga kandidat pasangan wali kota dan wakil wali kota. Mereka berasal dari PDI-P, Partai Demokrat, dan Gabungan PAN-PPP. Melihat peta penggabungan parpol seperti itu, sekarang tinggal PKS (5 kursi), PKB (4 kursi), Partai Golkar (6 kursi) dan PDS (3 kursi) yang belum menentukan sikap.

Apakah saling menggabungkan diri atau tidak. Terdapat beberapa skenario yang bisa dilakukan dan itu besar kemungkinan terjadi. Yakni PKS dan PKB saling bergabung, serta Partai Golkar dan PDS juga saling bergabung.

Skenario gabungan Partai Golkar dan PDS sudah di depan mata bakal terjadi. Pasalnya, kedua parpol itu sudah tergabung dalam satu fraksi (Fraksi Partai Golkar) di DPRD Kota. Dari perbincangan di kalangan anggota DPRD terungkap, sekarang PDS rada jual mahal atas posisinya yang sangat dibutuhkan Partai Golkar. (Jamal Al Ashari, Hasan Hamid-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA