| Senin, 20 Desember 2004 | SEMARANG |
Lima Pasang Calon Bakal BersaingSEMARANG - Peta pencalonan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung partai politik atau gabungan parpoli mulai mengerucut. Pasangan calon yang akan bersaing dalam pemilihan langsung nanti bisa jadi diikuti lima pasang calon. Kelima pasang itu kemungkinan berasal dari PDI-P, Partai Demokrat, gabungan Partai Amanat Nasional-Partai Persatuan Pembangunan (PAN-PPP), gabungan Partai Keadilan Sejahtera-Partai Kebangkitan Bangsa (PKS-PKB), dan gabungan Partai Golkar-Partai Damai Sejahtera (P Golkar-PDS). Adapun nama-nama pasangan yang akan diusung parpol dan pasangan parpol, sekarang masih diseleksi. ''Setelah kami mendengar PAN-PPP bergabung, mungkin peta pencalonan akan seperti itu nantinya,'' kata Rahmulyo Adiwibowo, Ketua KPU Kota Semarang, kemarin. Namun, dia menandaskan itu sebatas perkiraan. Sebab, bisa saja PKS dan PKB bergabung dengan PAN-PPP. Partai Golkar dan PDS sepertinya sudah solid mencalonkan sendiri. ''Jadi kunci berapa pasang calon yang akan maju nanti di tangan PKS dan PKB, apakah akan mencalonkan sendiri atau bergabung dengan yang lain.'' Diperoleh informasi, hasil polling yang dilakukan DPD PKS Kota Semarang kepada 1.000 kader, sebagian besar meminta agar partai ini mencalonkan wali kota dan wakil wali kota. Namun sesuai persyaratan, PKS tidak langsung bisa mencalonkan dan harus bergabung dengan partai politik lain. PKS hanya memiliki 5 kursi di DPRD Kota Semarang, padahal persyaratan minimal 7 kursi. Parpol yang paling memungkinkan diajak bergabung oleh PKS adalah PKB. Partai itu memiliki 4 kursi di Dewan. Apabila keduanya bergabung akan berkekuatan 9 kursi. Namun menurut Ketua Fraksi PKS Agung Budi Margono, apabila nanti tidak ada calon yang visi-misinya sesuai dengan perjuangan PKS, bisa jadi PKS tidak akan mencalonkan calon. Sebab, membangun Kota Semarang tidak harus mendudukkan kadernya dalam kepemimpinan di eksekutif. PKS dapat berjuang lewat partai dan fraksi di DPRD. Lebih Berpeluang Sementara itu, mantan Kepala Badan Kesbanglinmas Jateng Slamet Prajitno diperkirakan lebih berpeluang menjadi calon wali kota melalui DPC Partai Demokrat. Sebab, partai itu berencana mencoret nama H Sukawi Sutarip dari daftar pencalonan di partainya. Sebab, Sukawi disinyalir masih menjadi anggota PDI-P. Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang Prajoko Haryanto memastikan akan mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat. ''Kami akan mengklarifikasikan dulu dengan Pak Sukawi. Kalau memang masih menjadi anggota PDI-P, maka saat itu juga kami coret dari daftar nama calon yang akan ikut penjaringan PD,'' tegas Prajoko. Sementara itu, anggota DPRD Kota dari PDI-P Bambang Sutrisno mengatakan, 16 DPC se-Kota Semarang bulat menyatakan mendukung kembali pencalonan H Sukawi Sutarip melalui partainya. Dukungan itu sudah disampaikan kepada DPC PDI-P. ''Namun keputusan finalnya, menunggu Pleno DPC,'' ujar Bambang. (H1,G17,G7-64,84m) |