| Senin, 20 Desember 2004 | KEDU & DIY |
Sapta Pesona Akan Digaungkan LagiBOROBUDUR - Konsep pariwisata Jateng saat ini adalah pengembangan kawasan wisata yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Pariwisata tidak lagi identik dengan sebuah objek, namun lebih luas pada kawasan beserta segala potensinya. Kepala Dinas Pariwisata Jateng, Drs Agus Suryono MM, mengungkapkan hal itu di sela-sela pembukaan pameran lukisan dan perhiasan di Losari Coffee Plantation Resort and Spa, Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang Sabtu lalu. Masyarakat dapat berperan untuk mengembangkan sebuah daerah menjadi kawasan wisata, misalnya dengan menciptakan desa wisata dan agrowisata. Sementara itu, mengenai daerah yang telah dan sedang dikembangkan serta dirintis menjadi tujuan wisata dengan konsep kawasan, Agus menyebutkan Kepulauan Karimun, Solo Selo Borobudur (SSB), dan Dieng. Tiga kawasan tersebut yang digarap serius oleh pemerintah Jateng. Tiga Aspek ''Ada tiga aspek yang kami perhatikan dalam konsep pariwisata ini, yakni fokus atau objek, lokus atau kawasan, serta komprehensif atau keterlibatan masyarakat dan pemerintah'' tuturnya. Berkaitan dengan aspek fokus, dari 352 objek wisata di Jateng hanya 10 yang bisa diandalkan, di antaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Masjid Demak. Pengelolaan sejumlah objek wisata andalan, misalnya Candi Borobudur dan Prambanan, terlihat lebih profesional dibandingkan dengan objek yang lain. Hal ini terjadi karena lokasi tersebut ditangani oleh swasta. Ditanya tentang kemungkinan privatisasi pengelolaan diberlakukan untuk lebih banyak objek pada 2005, Agus menerangkan bahwa tidak semua objek dapat diserahkan pengelolaannya kepada pihak swasta. Masjid Demak contohnya, karena objek tersebut berkaitan dengan wisata ritual, maka pengelolaannya tidak dapat diberikan kepada pihak ketiga. Menurut Kepala Diparta Jateng, selain keuntungan hal yang harus diperhitungkan dalam privatisasi adalah dampaknya bagi masyarakat. Pada tahun depan, Diparta Jateng akan kembali menggaungkan Sapta Pesona. Slogan yang intinya mengajak masyarakat mendukung industri pariwisata melalui perilaku aman, tertib, dan bersih itu, diharapkan mampu mewujudkan konsep pengembangan kawasan yang sedang digalakkan.(tw-76m) |