logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 KEDU & DIY
Line

Pelukis Sasya Pulang ke Kampung Losari

LOSARI Coffee Plantation Resort & Spa di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, adalah sebuah kawasan penginapan bertaraf internasional. Sesuai dengan namanya, perkebunan kopi adalah lingkungan hijau yang mengitari sejumlah villa yang ada di Losari. Dengan bangunan utama, club house, yang dibangun 1828, Losari Coffee Plantation Resort & Spa menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara atau WNI ekspatriat.

Akhir pekan lalu, tampak kesibukan yang lain dari hari biasa di tempat berpanorama indah itu.

Gerimis berangsur menjadi deras. Udara di tengah perkebunan kopi semakin dingin. Para tamu lokal dan manca yang semula menikmati soda buah kawista, kini menggantinya dengan kopi panas. Di serambi bangunan kayu berarsitektur Eropa itu, mereka tampak sedang menunggu.

Tepat pukul 16.00, artis senior Rima Melati yang ditunjuk sebagai master of cerenony, memulai rangkaian acaranya. Dikatakannya, dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2005, Losari Coffee Plantation Resort & Spa, mengadakan pameran seni. Pesertanya adalah Sasya Tranggono, pelukis, serta Jean Francois Fischot, seniman spesialis perhiasan dan barang antik.

Sebelum pameran resmi dibuka, Rima meminta kedua seniman untuk saling mengomentari. Sudah bisa ditebak, keduanya saling memuji.

''He's genius!'' ungkap Sasya.

Adapun master perhiasan itu mengatakan Sasya sebagai pencipta keindahan.

Selanjutnya, pameran lukisan dan perhiasan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Jateng Drs Agus Suryono MM.

''Pameran sebagai suatu event yang dapat dijadikan pendukung sektor pariwisata. Industri pariwisata saat ini tidak lagi menitikberatkan pada objek wisata, namun lebih mengacu pada event,'' kata Agus dalam sambutannya.

Setelah gong ditabuh, Kepala Dinas Pariwisata Jateng melangkah ke ruang pamer. Tiga puluh satu karya Sasya terpajang di sana.

Ketika semua tamu sudah memasuki ruangan, Sasya bertepuk tangan. Semua mata tertuju padanya. Rupanya, insinyur dari Syracuse University, New York itu menghadiahi Rima Melati dengan sebuah lukisan. Sambil tersenyum, artis yang dipanggil tante oleh Sasya itu menerima lukisan berjudul''One & Only''.

Homage to my roots, itulah yang dikatakan Sasya Tranggono tentang tema pamerannya. Wanita berparas ayu yang lahir di Jakarta itu akan menggelar karyanya di Losari dari 18 Desember 2004 hingga 5 Januari 2005.

Menurut Sasya, tema pulang kampung dipilihnya karena sesuai dengan perjalanan hidupnya. Ia yang pernah tinggal di Amerika Serikat dan Belanda selama 13 tahun, kini kembali ke Indonesia.

Ketika berada di Losari Coffee Plantation Resort & Spa, Sasya merasa sedang pulang ke sebuah lingkungan pedesaan di Jawa. Sebagai orang yang asli keturunan Jawa, ia menganggap Losari sebagai tempat yang tepat untuk mengatakan bahwa ia sedang pulang kampung.

Di ruang yang lain, Francois yang berasal dari Prancis dan telah lama tinggal di Bali, memajang karyanya berupa cincin, kalung, gelang, vas, piring, miniatur candi, dan lain-lain.

Soal harga lukisan, Sasya mematok 1.000-3.500 USD. Sementara itu, satu piring sushi karya Francois dilabel Rp 9 juta.( Tri Widayat-76m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA