logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

Israel Segera Bebaskan 170 Tahanan Palestina

JERUSALEM - Israel sepakat membebaskan 170 tahanan Palestina. Pembebasan itu sebagai isyarat bagi Mesir agar membebaskan seorang mata-mata Israel dan menunjukkan niat baik menjelang pemilihan presiden Palestina, kata para pejabat Minggu kemarin.

Kabinet PM Ariel Sharon secara prinsip memberikan persetujuannya pekan lalu. Kantornya menyatakan para tahanan itu akan dibebaskan dalam beberapa hari ini.

Namun Israel pernah menyatakan tidak akan membebaskan tawanan ''yang tangannya berdarah'' - mereka yang dipenjara karena merencanakan atau melakukan serangan yang menewaskan warga Israel.

Radio Israel melaporkan, 120 tahanan yang akan dibebaskan berasal dari gerakan Fatah. Tahanan lain ditangkap saat berada di dalam wilayah Israel secara ilegal.

Menurut radio itu, dinas keamanan dalam negeri Shin Bet mengesampingkan pembebasan 30 tahanan dari kelompok militan, yang namanya sebelumnya diusulkan agar dibebaskan.

Mundur dari Gaza

Dari Gaza dilaporkan, tentara Israel mundur dari kamp pengungsi Gaza Sabtu lalu setelah menewaskan 11 orang Palestina, termasuk militan. Penarikan mundur itu mengakhiri serangan yang menurut Israel dilancarkan sebagai balasan atas sejumlah serangan mortir di permukiman Yahudi.

Serangan dua hari di Khan Younis itu, tempat terjadinya banyak serangan Israel, merupakan serbuan terbesar Israel sejak meninggalnya Presiden Palestina Yasser Arafat bulan November lalu.

Dalam pertumpahan darah terbaru, AD Israel menyatakan tentara menembak mati dua orang bersenjata Palestina dan orang ketiga tewas akibat tembakan tank setelah dia menembakkan roket antitank ke arah tentara Israel. Sekitar 40 Palestina terluka dalam serangan tersebut, yang dimulai Jumat lalu.

Penduduk masih enggan meninggalkan rumah-rumah mereka setelah penarikan itu. Mereka khawatir kekerasan bakal dilakukan AD lagi, yang pindah ke permukiman Yahudi di dekatnya. Sebelum ditarik, penduduk tak mampu mengubur orang-orang yang tewas karena tentara menguasai pemakaman lokal, kata petugas medis.

Israel mulai menyerang kamp pengungsi itu setelah orang-orang bersenjata menggempur daerah kantung Yahudi di dekatnya dengan sejumlah bom mortar dan roket rakitan dalam satu pekan. Gempuran itu menewaskan seorang pekerja asing dan melukai 19 orang.

AD mengatakan dalam pernyataan bahwa pihaknya akan terus bertindak untuk menghentikan serangan terhadap permukiman di Gaza dan kota-kota Israel.

Pemimpin Palestina Mahmud Abbas mengecam serangan tersebut, dengan mengatakan aksi itu merupakan cara Israel mencoba mengacau pemilihan presiden Palestina untuk menggantikan Arafat pada 9 Januari mendatang. Abbas merupakan calon favorit.

Abu Haron, juru bicara Brigade Abu Rish, bagian dari faksi Fatah pimpinan Abbas, mengatakan kelompoknya berada di balik beberapa serangan itu.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA