| Senin, 20 Desember 2004 | EKONOMI |
Banyak yang Berangkat dari NolSEMARANG-Angka pengangguran yang tinggi akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja menuntut masyarakat menciptakan lapangan kerja sendiri. ''Salah satu caranya adalah berwirausaha. Faktor eksternal dan internal menentukan kesuksesan suatu usaha,'' ujar Haryanto Halim, Direktur PT Ulam Tiba Halim dalam seminar How to Be Success with Entrepreneur di Gedung Prof Ir Soenardi Undip Pleburan, Sabtu lalu. Faktor internal, lanjut dia, meliputi kemampuan, bakat, pendidikan, lingkungan, kepribadian, dan semangat atau daya juang, sedangkan eksternal berupa modal, networking atau jejaring, dan kesempatan. ''Kemiskinan bukan halangan bagi seseorang untuk menjadi pengusaha. Banyak konglomerat di Indonesia yang berangkat dari nol. Contohnya motivator Andrie Wongso yang terbakar semangat berusahanya karena setiap bangun malam melihat ibunya membuat gethuk yang akan dijual pagi harinya," jelasnya. Kemampuan melihat peluang bisnis, kata dia, akan membedakan keberhasilan pengusaha yang satu dengan yang lain. "Peluang bisnis dapat terlihat dengan langsung terjun ke lapangan. Teknologi dan inovasi harus senantiasa diterapkan agar tidak tertinggal dari para pesaing. Lalu mampu melihat keadaan secara positif sehingga tidak mudah pesimistis," tegasnya. Ia mencotohkan keadaan dirinya sendiri. Setelah gagal menjual produk snack, susu telur madu jahe (STMJ), dan santan kelapa instan, akhirnya 1995 mampu melihat peluang bisnis. "Tahun 1995 minuman serbuk dalam sachet belum ada di pasaran. Berbekal pendidikan teknologi pangan akhirnya saya membuat Marimas dengan menyederhanakan proses hingga mampu menekan biaya," ungkapnya. Segmentasi Pasar Sementara itu Ketua Hipmi Jateng dan Direktur Suara Merdeka Group Kukrit Suryo Wicaksono MBA menjelaskan persaingan ketat yang terjadi di pasar mengakibatkan konsumen makin kritis dalam memilih produk dan menuntut pelayanan terbaik. "Untuk memasuki pasar kita harus berani tampil beda dengan produk-produk yang tidak sama serta memiliki kelebihan dari produk pengusaha lain yang sudah masuk pasar," ujarnya. Menurut dia, sebelum memasuki pasar harus memahami lebih dulu proses pemasaran yang meliputi analisis peluang bisnis, riset dan memilih pasar yang menjadi target, desain strategi, perencanaan program, dan analisis implementasi serta pengendalian pemasaran. "Kunci menjadi pengusaha sukses adalah supel dan pandai bersosialisasi sehingga memiliki jaringan kerja yang luas," tambahnya. Ia menegaskan tidak ada pasar yang jenuh, melainkan yang ada hanyalah malas berpikir dan berusaha. Saat ini adalah momen paling tepat untuk berusaha. Buktinya, pameran komputer yang diselenggarakan 3-4 kali setahun omzetnya selalu meningkat. Lalu, peluncuran Nokia 9500 Communicator di seluruh dunia dilakukan di Jakarta. Hal itu didasari oleh penjualan Communicator sebelumnya, Nokia 9210, di sini mencapai 50% dari total penjualan di dunia. Segmentasi pasar, kata dia, penting karena selera pasar cepat berubah sehingga sulit membidik sasaran yang selalu bergerak. "Kalau tidak tanggap mengikuti pergerakan pasar maka kita justru tertinggal dari pasar. Itulah sebabnya kita harus selalu berorientasi pada konsumen," tuturnya. Akhirnya, ungkap dia, seluruh komponen membutuhkan konsistensi berusaha. Artinya, dalam berusaha tidak perlu terjebak meraup segmen sebanyak-banyaknya karena justru akan menyebabkan kehilangan calon konsumen sebanyak-banyaknya.(hrn-53) |