| Senin, 20 Desember 2004 | BANYUMAS |
Pembunuhan Mahasiswi di Kos-kosanFaisal dan Firdaus Dipanggil LagiPURWOKERTO-Polres Banyumas berencana hari ini memintai keterangan kembali dua orang dekat Ani Najibah (20), mahasiswi D3 Bisnis Internasional Unsoed Purwokerto yang ditemukan tewas di kamar kos Jalan Jatisari Sumampir, Minggu (28/11). Mereka adalah Firdaus (24) warga Desa Kalisalak, Margasari, Tegal, dan Faisal (20) warga Desa Kalierang, Bumiayu, Brebes. Polisi memanggil dua lelaki yang selama ini disebut-sebut dekat dengan Ani karena menemukan bukti baru yang harus dicek silang. Untuk mengungkap siapa pembunuh mahasiswi asal Desa Margaayu, Tegal, itu polisi bekerja ekstrakeras. Setelah hampir tiga pekan polisi belum juga menentukan tersangka. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres AKP Arif Fazarudin melalui Kanit Resum Iptu Nurhadi, kemarin, mengakui hal itu. Firdaus, Jumat (17/12), diminta menghadap tim penyidik untuk memberikan keterangan lagi soal kedekatan dan kematian Ani. Panggilan itu berdasar surat yang dikirim Selasa (14/12) melalui pos kilat khusus. ''Karena dia tidak datang, kami panggil kembali ke sini Senin (20/12) ini. Kami juga memanggil Faisal dan teman dekat Ani yang lain,'' ujar Nurhadi, yang belum bersedia menyebutkan siap nama teman dekat Ani Najibah itu. Saksi Firdaus diminta keterangan kali pertama beberapa hari setelah mayat Ani ditemukan di kamar nomor 10 lantai II rumah kos Fanila. Pemanggilan pertama sebagai saksi. Karena tak cukup bukti dan alibinya kuat, karena saat kejadian tidak berada di Purwokerto, tim penyidik memperbolehkan dia pulang. Faisal dijemput polisi belum lama ini dari rumahnya di Bumiayu. Dia dimintai keterangan sebagai saksi. Saat datang ke Mapolres dia didampingi kuasa hukum. Nurhadi menuturkan jika hari ini mereka tidak datang, polisi akan menjemput ke rumah. Sebab, keterangan mereka sangat dibutuhkan untuk penyidikan lebih lanjut. Dia mengakui selama ini kesulitan mengungkap siapa sang pembunuh. Sebab, barang bukti dan sidik jari pembunuh sulit ditemukan. Namun polisi tetap optimisysi segera bisa mengungkap kasus mengegerkan itu. ''Kami akan memakai motede baru. Kami berupaya dalam waktu dekat pembunuh dan motifnya bisa diketahui.'' (G22,in-86) |