logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 BANYUMAS
Line

''Saya Jadi Ingin Naik Haji''

ALUN-ALUN Kota Purwokerto, Sabtu (18/12), dipenuhi manusia berpakaian serbaputih. Mereka adalah para siswa TK, SD, SMP, dan guru Al Irsyad yang berlatih manasik haji. Anak-anak itu mengucapkan talbiyah, menyeru kebesaran Tuhan, sambil tawaf mengelilingi replika Kakbah.

Sementara itu, orang tua mereka sibuk mengabadikan sang anak dengan kamera digital, handycam, atau kamera bisa konvensional.

''Saya sedih sekali tak bisa mengambil gambar anak saya karena baterai handycam saya habis. Semalam saya lupa men-charge,'' kata Ny Ina, sambil menunjukkan alat perekam yang tak berfungsi.

Ketua Yayasan Al Irsyad Nasir Abdullah mengatakan, kegiatan itu untuk syiar Islam dan sekaligus media pembelajaran bagi siswa tentang manasik haji.

Acara itu adalah kali kedua yang digelar Al Irsyad. Kegiatan pertama tiga tahun lalu. Tahun ini peserta 1903 orang. Mereka terdiri atas siswa TK (205 orang), SD 1 (887), SD 2 (449), SMP (182), serta guru dan pendamping (181).

Prosesi manasik haji yang dibuka Wakil Bupati Drs Imam Durori dimulai dari tawaf, minum air zamzam, dan sai. Wukuf (Arafah) diadakan di halaman kantor Kodim 0701 Banyumas, Jalan Soedirman.

Maka setelah tawaf mengeliling replika Kakbah, lari-lari kecil, dan melempar jumroh, mereka berjalan kaki ke "Arafah" di halaman Kantor Kodim.

Imam Durori mengaku terenyuh menyaksikan anak-anak TK dan SD berpakaian ihram. Itu pandangan yang menyejukkan yang tak ditemui di Tanah Suci. Karena, peserta ibadah haji kebanyakan orang dewasa.

Senang

Para orang tua yang mengawal anak-anak juga berkaca-kaca melihat sang anak melakukan sai, tawaf, atau melempar jumroh. Begitu senang melihat buah hati memakai ihram, sampai-sampai ada orang tua tak menyadari barisan anak-anak itu sudah di depannya.

Panitia menuturkan yang mengikuti manasik bukan hanya siswa, tetapi juga beberapa orang tua siswa yang tahun ini anak naik haji. Meski sudah mendapat latihan manasik dari panitia haji daerah, tetapi mereka ingin menyempurnakan latihan bersama anak-anak.

Bagi orang tua yang belum naik haji, latihan itu dapat mendorong mereka naik haji. ''Setelah melihat anak saya memakai ihram, saya jadi ingin naik haji,'' kata Iptu Isfa Indarto SH, Kapolsek Kemranjen, yang ikut sang anak.

Bagaimana tanggapan anak-anak? ''Saya senang, seperti beribadah haji beneran. Kayaknya naik haji nikmat sekali,'' kata Mila, siswa kelas VI. (Khoerudin Islam-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA