| Senin, 20 Desember 2004 | BANYUMAS |
Terminal Karangmangu Tidak MaksimalCILACAP - Terminal Karangmangu di Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, saat ini tak berfungsi secara maksimal. Setidaknya itu terbukti berapa jarang angkutan antarkota dan antardesa via Kroya masuk ke terminal itu. Angkutan yang melalui Kroya, baik dari Cilacap Kota, Purwokerto, maupun Kebumen, saat ini cenderung menaik-turunkan penumpang di tempat lebih strategis, termasuk di utara Pasar Baru Kroya. Beberapa angkutan menunggu penumpang di tempat itu sehingga membuat kawasan di utara Pasar Baru Kroya menjadi terminal bayangan. Terminal bayangan juga bermunculkan di sebelah timur persimpangan antara Jalan A Yani dan Jalan Gatot Subroto, atau yang dikenal dengan sebutan perempatan air mancur. Kawasan utara Pasar Kroya menjadi terminal bayangan bus antarkota. Adapun angkudes kecil mangkal di perempatan air mancur dan di depan bekas bioskop Sena, termasuk angkudes jurusan Kroya-Adipala dan Kroya-Widarapayung. Beberapa penumpang angkutan di Kroya menuturkanTerminal Karangmangu terlalu jauh dari jalur utama. Jadi mereka agak malas masuk ke terminal. Mereka memilih naik dari terminal bayangan atau di sepanjang Jalan A Yani atau Gatot Subroto. ''Masa mau naik angkutan harus masuk dulu ke terminal yang jauh dari keramaian? Tidak praktis,'' kata Tri Winarsih (22). Dia menuturkan pemakai angkutan jelas memilih sesuatu yang memudahkan mereka. Daripada repot-repot ke terminal yang jauh di ''pedalaman'', mereka memilih mencegat angkot atau angkudes yang melintasi jalan-jalan utama Kroya sebelum atau setelah kendaraan itu masuk ke terminal atau di terminal bayangan. Hal itu diakui Winarno. Dia menuturkan selain jauh dari pusat keramaian, Terminal Karangmangu terlalu sepi. Apalagi setelah pasar sementara di kawasan itu tak digunakan lagi sejak akhir Ramadan lalu. ''Setelah pasar sementara tidak ada, terminal sepi. Itu juga yang membuat penumpang enggan ke terminal,'' katanya. Pasar itu semula digunakan sebagai penampungan sementara pedagang Pasar Kroya, selagi menunggu pembangunan pasar baru rampung. (G21-86) |