logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Desember 2004 BANYUMAS
Line

Dua Siswa MA Tewas Tertabrak Kereta

  • Terseret Sejauh 14 Meter

BANYUMAS-Dua siswa Madrasah Aliyah (MA) Watoniyah Islamiyah Kebarongan, Kecamatan Tambak, Banyumas, Sabtu (18/12) sekitar pukul 09.30, tewas tertabrak kereta api (KA) di lintasan tak berpalang pintu di km 420+8/9 Desa Pesantren, Kecamatan Tambak.

Kedua pelajar, Priyo Arif Suprayogi (16) warga Desa/Kecamatan Rawakele, Kebumen, dan Tofik Hidayah (16) asal Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen, itu tertabrak KA Sawunggalih Selatan jurusan Kutoarjo-Bandung yang melintas dari arah Gombong menuju Kiaracondong.

Sekitar pukul 09.30 Priyo (siswa kelas IV) dan Tofik (kelas V) mengendarai Honda Supra AA-5154-AM hendak pulang. Mereka pulang lebih awal. Karena ingin cepat sampai ke rumah mereka mengambil jalan tembus di Desa Pesantren yang lebih dekat daripada lewat jalan raya Tambak-Gombong. Tofik memboncengkan Priyo, yang tinggal di desa tetangga.

Tak Berpintu

Saat mereka hendak melintasi perlintasan KA tak berpalang pintu, dari timur melaju KA Sawunggalih Selatan. Ny Puji (30), warga Pesantren, menuturkan orang-orang pun mengingatkan mereka bahwa dari timur ada kereta mau lewat. Orang-orang berteriak saat mereka nekat menerobos perlintasan. Namun mereka tak mengindahkan, sehingga tertabrak kereta.

''Mereka terseret 14 m dan meninggal seketika. Sepeda motor mereka hancur. Mereka terluka parah di bagian kepala dan badan,'' ujarnya.

Orang-orang membawa mayat kedua pelajar itu ke Pukesmas Tambak 2 untuk diperiksa. Beberapa waktu kemudian keluarga masing-masing datang dan membawa pulang jenazah untuk dimakamkan.

Kepala Distrik Jalan Rel KA Kemrajen-Gombong, Parjono, menyatakan setelah menabrak masinis KA Sawunggalih, Slamet B (35), baru menghentikan kereta di Stasiun Tambak, sekitar 400 m dari tempat kejadian. ''Dia berhenti untuk melapor ke pihak stasiun. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan ke Bandung.''

Di perlintasan kerata tak berpalang pintu itu, kata seorang warga, pada tahun 2002 juga terjadi kecelakaan. Saat itu tujuh warga Desa Karangpeitir, Tambak, yang menumpang mobil Carry tewas.

Aparat kecamatan pernah mengajukan permohonan ke PT KAI di Bandung dan Daerah Operasi (DAOP) V Purwokerto agar memasang palang di jalur itu. Namun sampai kini belum dikabulkan. Sebab, jalur tembus itu menghubungkan Kecamatan Tambak, Banyumas, dan beberapa kecamatan di Kabupaten Kebumen, seperti Rawakele, Ayah, Puring Kuwarasan yang tergolong ramai. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA