logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 18 Desember 2004 PANTURA
Line

Berbusana Tidak Harus Mahal

  • Dari Pelatihan Peningkatan Konsep Diri Perempuan

ADA satu tips menarik untuk kalangan ibu-ibu agar bisa dihormati dan disegani. Minimal bila berkomunikasi dengan orang lain, bahkan dengan suami sendiri. Persoalan tersebut dilontarkan Bonita D Sampurno dari Yayasan Pendidikan Internasional The Privilege of Chance Semarang, kemarin.

Berbicara dalam ''Pelatihan Peningkatan Konsep Diri Perempuan'' yang diadakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tegal, bekerja sama dengan PKK daerah itu, Bonita yang pernah menjadi Public Relation (PR) Hotel Graha Santika Semarang, berbicara dengan gaya santai dan menggelitik.

Tips menarik yang disampaikan kepada ratusan peserta yang menjadi utusan 33 organisasi kewanitaan di daerah itu antara lain, soal cara memilih pakaian dan berbusaha yang bisa membuat ibu-ibu tampil berwibawa.

Menurut dia, memilih atau memakai busana tidak harus yang berharga mahal, melainkan cukup yang sederhana dan harganya terjangkau. Tidak terlalu ramai aksesorinya, juga warna yang dipilih jangan mencolok mata.

''Jadi, berbusana tak usah mahal, tapi lihat kondisi tubuh ibu-ibu,'' tuturnya.

Jangan Tiru ABG

Menurut dia, ibu-ibu yang habis melahirkan tentu sering berbenturan dengan kondisi tubuh yang gemuk. Untuk ibu-ibu yang bertubuh gemuk seperti habis melahirkan, hendaknya pilih busana yang tidak ketat. ''Ya, jangan meniru ABG yang sering kelihatan pusar atau lengannya. Wah, kalau meniru ABG bisa diketawain,'' tuturnya.

Nasihat yang disampaikan dengan gaya kocak itu, membuat ruang pertemuan Gedung PKK Kabupaten Tegal bergemuruh, karena ibu-ibu yang hadir, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Ny Aam Agus Riyanto terlihat sulit menyembunyikan rasa gelinya melihat sentilan menggelitik tersebut.

Selain mengurai soal cara berbusana, juga penampilan ketika berhubungan dengan pihak luar. Seperti ketika bertamu, menghadiri acara tertentu, dan berkomunikasi yang santun. Berbagai tips itu pun langsung memancing pertanyaan.

Contohnya pertanyaan yang diungkapkan Ny Azizah. Dia menanyakan seandainya diremehkan orang lain, solusinya seperti apa. Menurut Bonita, jika sampai mendapat perlakuan seperti itu, ibu-ibu diminta untuk introspeksi diri.

''Coba curhat ke teman dekat. Mengapa sampai dicuekin dan diremehkan. Dengan saling membuka komunikasi dan introspeksi diri, tentu akan ditemukan solusinya,'' tutur dia.

Ketua Panitia Peringatan Hari Ibu Ke-76 Ny Endang Slamet Wibowo dan Ketua GOW Hj Sofiah Daenuri Haneva berharap, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu. (Riyono Toepra-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA