| Sabtu, 18 Desember 2004 | SEMARANG |
Petani Tanaman Hias Merasa DianaktirikanUNGARAN - Ratusan petani yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Perbungaan Tani Terpadu "Arga Puspita Kartika" Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang mengeluhkan masalah permodalan dan pemasaran hasil produksinya. Hal itu diungkapkan kelompok tani yang memiliki unit usaha di bidang tanaman hias, sayuran dan buah-buahan dan ternak saat melakukan dialog dengan Bupati Bambang Guritno di tempat tersebut, Jumat (17/12). "Mengapa pembinaan terhadap para petani tanaman hias, sayur dan buah-buahan, dan ternak serta perikanan selama ini belum tersentuh," tanya Bambang Rebiyanto, seorang petani. Sedang Budi Setiawan, petani lainnya mengeluhkan Dinas Pertanian seolah-olah menganaktirikan petani tanaman hias. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Ir Warnadi menyatakan daerah Sumowono memang belum mendapat giliran untuk pembinaan secara intensif. "Kami akan upayakan para petani tanaman hias untuk magang di Jawa Barat. Dan dalam RASK 2005 kami memasukkan nama Kecamatan Sumowono termasuk daerah yang akan mendapat pembinaan secara intensif," jelas dia didampingi Kasubdin Tanaman Pangan Ir Urip Triyogo. Menurut rencana, pihak Dispertan akan memberangkatkan empat atau lima personel untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan di daerah Jawa Barat yang memiliki keunggulan di bidang tanaman hias dan sayuran. Bila semangat yang ditunjukkan bagus, kata Warnadi, maka pemerintah melalui dana revolving (dana bergulir) akan memberikan modal bantuan dana sekitar Rp 5 - Rp 10 juta. "Bahkan jika prospeknya bagus kami akan memberikan bantuan hingga Rp 15 juta," imbuhnya. (rny-73) |