logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SALA
Line

Jemput Anak, Rumah Diobok-obok Maling

SRAGEN- Ditinggal menjemput sang anak sekolah, rumah Said Nurdin (66) warga RT 3 RW 1 Kampung Bangak, Kelurahan Sine, diobok-obok maling. Uang tunai Rp 1 juta serta perhiasan emas 400 gram atau senilai hampir Rp 35 juta raib dari almari tempat penyimpanan.

''Pelaku memasuki rumah dengan mencongkel pintu dapur,'' tutur Said Nurdin, pensiunan anggota Kodim 0725 Sragen. Penyidik Reskrim Polres menduga, sebelum beraksi pelaku sudah mengintai rumah korban. Apalagi saat ditinggal pergi, rumah dalam keadaan kosong tanpa penjaga.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, kasus pencurian terjadi Senin sekitar pukul 11.30. Semula Said menjemput anaknya di sekolah berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya. Sebelum meninggalkan rumah, semua pintu dalam keadaan terkunci. Karena merasa sudah aman, dia meninggalkan rumah.

Selang 30 menit kemudian, dia kembali. Betapa terkejutnya Said, sebab melihat pintu dapur dalam keadaan terbuka serta terdapat bekas congkelan di tepi daun pintu serta kusen.

Setelah memasuki kamar, dia melihat pintu almari juga sudah terbuka dan terdapat bekas congkelan. Setelah diteliti, laki-laki itu terkejut karena perhiasan emas milik istrinya 400 gram raib. Bahkan uang tunai Rp 1 juta yang biasa digunakan untuk keperluan mendesak dan disimpan di almari juga lenyap.

Kasus pencurian siang itu kemudian dilaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Sragen diterima Ipda Sunardi.

Data yang diperoleh, aksi pencurian di rumah kosong sudah terjadi tiga kali dalam dua bulan terakhir. Kasus serupa pernah menimpa rumah warga di Kampung Tamansari, Sragen. Saat ditinggal wisata ke Yogyakarta, rumah digerayangi maling. Sejumlah perhiasan dan uang tunai Rp 200.000 raib dari penyimpanan. (nin-20s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA