| Rabu, 15 Desember 2004 | SALA |
Pemilik Salon Kecantikan Mega Ditemukan TewasWONOGIRI- Sri Harmini (30), wanita pemilik usaha salon kecantikan Mega di Kota Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (14/12) ditemukan tewas mengenaskan tersandar di pohon jati yang tumbuh di kebun tetangganya. Kasus itu sempat menggegerkan masyarakat Dusun Blarakan, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtmoyo, terkait dengan munculnya kecurigaan apakah betul dia gantung diri. Logikanya, kalau betul gantung diri, mestinya posisi korban tidak tersandar di pohon dan kakinya tak menyentuh tanah. ''Saya melihat dia itu semendhe (tersandar) di pangkal pohon jati, bukan tergantung,'' ujar Sumarno (42), tetangga yang kali pertama menemukan korban. Selasa pagi (14/12) sekitar pukul 05.30, saat Sumarno akan pergi ke sawah mendadak melihat korban tersandar di pangkal pohon jati yang tumbuh di pekarangan Maryanto. ''Terus-terang begitu melihat dia, saya mendadak ketakutan. Apalagi di leher korban terlilit kain selendang,'' ungkapnya. Dia menuturkan, lokasi ditemukan korban itu berada di sebelah timur lapangan Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo atau berjarak sekitar 100 meter arah timur laut dari rumah korban. ''Karena itu saya kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada para tetangga dan melapor ke Ketua RT Pak Praptowiyono. Selanjutnya kasus itu oleh Pak RT dilaporkan ke pamong desa dan ke Polsek Tirtomoyo,'' ungkapnya. Diautopsi Terkait dengan kematian Sri Harmini, Kapolres AKBP Drs Subandi SH memerintahkan Kasatreskrim Iptu Ngadiman bersama jajaran tim Reskrim untuk melakukan penanganan. Tim reskrim yang dipimpin Ipda Dalyanto, Selasa (14/12) turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan olah TKP. Selanjutnya membawa korban ke RS dr Muwardi Solo untuk diautopsi tim dokter kehakiman. Polisi berharap dari hasil autopsi itu, kelak diketahui penyebab kematian korban. Yakni, apakah betul korban tewas karena gantung diri atau oleh sebab lain. Berkaitan dengan kasus itu, saksi Sumarno, suami korban Naryanto (35), dan ayah korban Karto Wiyono (50), Selasa (14/12), dipanggil ke Polres untuk dimintai keterangan. Polisi juga menyita kain selendang yang ditemukan melilit bagian leher korban. Kasus kematian korban mendadak menjadi perbincangan masyarakat, terutama warga di Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo (sekitar 45 km arah tenggara Kota Wonogiri). Menurut tetangganya, korban pernah kawin dengan pria yang bernama Ambon dan dikaruniai dua anak. Tapi perkawinannya tidak langgeng, karena kemudian mereka bercerai. Beberapa saat setelah hidup menjanda, korban kemudian menikah lagi dengan Naryanto. Tapi dengan Naryanto, belum dikaruniai anak. Sebab pada Ramadan 1425 lalu, korban mengalami keguguran. (P27-20s) |