| Rabu, 15 Desember 2004 | SALA |
Calon Bupati Golkar Siap KompetisiBOYOLALI - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Drs H Sri Moelyanto yang ditetapkan sebagai bakal calon bupati dari Partai Golkar siap berkompetisi dengan cara sehat dan bersih dalam pemilihan bupati (pilbup) secara langsung. Namun, dia mengaku tidak sembodo karena tidak punya dana. ''Ini saya kemukakan dengan jujur, apa adanya,'' katanya kepada wartawan di rumah makan Elang Sari, Selasa kemarin. Jumpa pers kali pertama setelah dia lengser dari pimpinan Dewan itu berlangsung dalam suasana santai, dan sesekali ditandai dengan guyonan. Dia mengaku tidak pernah punya masalah dengan wartawan. ''Kalau hampir lima tahun saya tidak pernah bertemu dengan wartawan, itu karena memang tidak ada berita. Sekarang saya akan membuka kembali hubungan yang baik dengan rekan-rekan pers,'' kata dia didampingi istrinya. Dalam konvensi yang diselenggarakan Partai Golkar Senin lalu, Sri Mulyanto mendapat 14 suara, H Sutomo SPd MKes tujuh suara, dan Miyono satu suara. Konvensi diikuti delapan bakal calon, dan sebelum dilakukan pemilihan mereka memaparkan visi dan misi. Sri Moelyanto mengatakan, setelah meraih kemenangan dalam konvensi, dia akan dipasangkan dengan bakal calon wakil bupati oleh organisasi. Sejauh ini, organisasi belum menunjuk dan menentukan pasangan yang tepat untuk dirinya. ''Saya tidak akan intervensi, karena menjadi kewenangan organisasi,'' katanya. Tidak Bersedia Dalam menentukan pasangan, bisa dilakukan dengan cara koalisi. Sebab, kerja sama dengan partai lain akan menjadi proses pembelajaran demokrasi. Masalahnya, siapa dan partai apa yang akan diajak koalisi. Saat ini, organisasi sedang mencarikan pasangan yang tepat. ''Saya akan ikuti garis organisasi,'' kata dia yang terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar periode 2004-2009, namun menolak dan tidak bersedia. Dalam Musda Partai Golkar November lalu, Sri Mulyanto terpilih dengan mendapat 11 suara; sedangkan Ketua DPD Bambang Sutoyo memperoleh 10 suara. Namun dia memilih mundur, dan menyerahkan kepemimpinan Partai Golkar kepada Bambang Sutoyo.(shj-20a) |