| Rabu, 15 Desember 2004 | SALA |
Atasi Kesemrawutan Parkir SGMArus Lalu Lintas DialihkanPENUMPING- Kesemrawutan lalu lintas yang diakibatkan kurang tersedianya lahan parkir di kawasan Solo Grand Mall (SGM) Jalan Slamet Riyadi, mulai terurai. Di depan pusat perbelanjaan itu sudah bisa dibebaskan dari parkir sepeda motor, baik di jalur lambat, jalur hijau maupun di rel kereta api jurusan Purwosari-Wonogiri. Kondisi itu terlihat setelah ada penertiban dari petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan(DLLAJ) Solo. Untuk mengatasi kesemrawutan itu, selain setiap hari ditongkrongi sejumlah petugas DLLAJ, juga ada pengalihan arus lalu lintas. "Arus ke utara di Jalan Sutawijaya kami tutup dan dialihkan ke barat lewat Jalan Dr Wahidin. Hasilnya lalu lintas di sekitar SGM lebih lancar," kata Kepala DLLAJ Ponco Wibowo SH SpN, di sela-sela memantau pemasangan sejumlah rambu-rambu jalan, kemarin. Dengan pengalihan arus itu, ungkapnya, arus lalu lintas di Jalan Sutawijaya, jalan kampung yang terletak di barat kompleks SGM, Jalan Slamet Riyadi sampai perempatan Jalan Kebangkitan Nasional menjadi satu arah ke selatan. Di jalan itu, sisi timur digunakan untuk areal parkir sepeda motor dan becak. Penertiban, selain diarahkan kepada para pengelola parkir juga para pengemudi becak yang mangkal di pusat perbelanjaan. Di kawasan tersebut kini ada tiga kelompok pengemudi becak yang menamakan diri Crew Abang Becak Grand Mall yang mangkal di selatan (Jalan Sutawijaya), barat, dan timur jalur lambat depan SGM. "Kami harapkan para pengemudi becak juga menertibkan diri, agar suasana di kawasan itu makin tertib dan lancar. Kalau di luar terlihat tertib, pengunjung juga akan ikut tertib," tambahnya. Mobil Boks Meskipun sudah ditata dengan pengalihan arus, sejumlah pengemudi mobil, terutama truk boks yang melakukan bongkar-muat barang-barang pasokan ke SGM, masih belum tertata dengan baik. Mobil angkutan barang tersebut ada yang parkir di kiri dan kanan pinggir Jalan Sutawijaya. Parkir seperti itu membuat kondisi jalan semakin sempit meskipun sudah dibuat satu arah. "Mobil angkutan barang itu bisa saja parkir di situ, tapi seharusnya hanya satu sisi agar jalan tidak menjadi sempit. Kalau parkir di kiri dan kanan, meskipun arus sudah satu arah, jalan juga menjadi kelihatan sempit. Selain itu juga mengganggu parkir para warga di jalan tersebut. Kami sudah perintahkan petugas untuk menertibkan mobil boks tersebut untuk parkir di satu sisi saja," ujarnya. Belum siapnya bangunan di kawasan SGM itu, sampai saat ini masih terlihat sejumlah pekerja melaksanakan bangunan itu. Seperti di bagian depan halaman, para pekerja tampak menyelesaikan pagar. "Meskipun sekarang parkir sudah lancar dan tertib, kami masih pikirkan kalau nanti seluruh bangunan sudah terisi dan semua membuka usaha. Paling tidak, setiap pengusaha atau pemilik toko menggunakan kendaraan bermotor. Masalah parkir pasti akan timbul lagi."(sri-17s) |