logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SALA
Line

Empat Bocah Diseret Arus Sungai Samin, Satu Tewas

KARANGANYAR- Ketika sedang asyik mandi dan bermain, empat bocah perempuan warga Dukuh Banaran, Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar, Senin (12/14) sore sekitar pukul 15.30 terseret arus deras di Sungai Samin, desa setempat.

Diduga air bah itu kiriman dari hulu sungai di Matesih, Karangpandan, dan Tawangmangu. Tiga korban, Lusiana (8) anak Senin, Neti (7) dan Anan (4,5) putri dari Setu masih bisa diselamatkan oleh panambang pasir, meski terseret hingga 15 meter. Deni Muryani (9), anak Remin ditemukan tewas di pleret sungai, sekitar satu kilometer dari lokasi.

Meski selamat, ketiga korban, Lusiana siswa kelas II dan Neti siswa kelas I SD Jantiharjo 2, masih terlihat trauma. Mereka belum bersedia sekolah dan tidak mau makan. "Lusiana belum mau sekolah hari ini (kemarin-Red). Dia juga tidak mau makan," kata Nyonya Senin yang ditemui Suara Merdeka di rumahnya ketika sedang mempersiapkan bancakan selamatan anaknya, Lusiana, yang lolos dari maut.

Dari sejumlah informasi yang dikumpulkan menyebutkan, karena panas dan gerah, keempat bocah yang rumahnya berdekatan itu bermaksud mandi seusai bermain pasar-pasaran bersama. Karena tidak ada air di rumah, mereka menuju kali yang berlokasi tidak jauh dari rumah.

Tiba-tiba Deras

Saat itu sungai masih dangkal, airnya sekitar 60 cm, sehingga mereka pun berani mencebur ke air. Namun ketika asyik bermain sambil mandi, tiba-tiba arus deras datang dari hulu.

Tak pelak, bocah-bocah yang sama sekali tidak sadar ada ancaman air bandang itu, terseret arus hingga 15 meter.

Sambil gelagepan minum air karena tidak bisa berenang dan menahan arus, mereka minta tolong. Untung tiga penambang air, Sutris, Samino, dan Parmin, yang masih tetangga melihat dan mendengar teriakan tersebut.

"Begitu mendengar suara, saya dan teman-teman mencoba mencari. Untung saya sempat melihat salah satu kepalanya. Tanpa pikir panjang saya langsung menarik rambutnya dan melemparkan ke daratan untuk mencari korban lain," kata Parmin.

"Kami hanya bisa menyelamatkan Lusi, Neti, dan Anan karena lokasinya agak di pinggir. Deni tidak bisa diselamatkan, posisinya agak ke tengah meski sempat bergandengan dengan Anan," tambah dia yang sebelumnya mengaku telah mengingatkan anak-anak itu agar tidak mandi di sungai.(G8-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA