| Rabu, 15 Desember 2004 | PANTURA |
Pendapat Masjhudi Layak DihargaiBREBES- Pendapat Masjhudi, baik secara pribadi maupun kapasitasnya sebagai Wakil Ketua DPC PKB Brebes layak dihargai dan tidak perlu dipersoalkan terlalu dalam. ''Anggap hal tersebut sebagai permintaan anak terhadap orang tua atau bapaknya. Tidak perlu dipersoalkan terlalu dalam,'' kata Koordinator LSM ''Sinar HAM'' Muchamad Rais Qadim, kemarin. Mantan Wakil Ketua DPRD Brebes itu mengatakan, apa yang disampaikan Masjhudi dengan mengkritisi pernyataan Bupati Indra Kusuma, seputar awal kepemimpinannya merupakan bentuk peringatan agar Bupati tidak menggugah ''syahwat'' konflik di kalangan anggota fraksi ataupun elite politik di Kabupaten Brebes. Selama ini, situasi politik kabupaten paling barat Jateng dinilai sudah kondusif. Namun dengan pernyataan Bupati yang seakan-akan menggugah luka lama, justru akan membuat jarak baru dengan lawan politiknya. Sebagaimana dikemukakan Bupati Indra Kusuma pada acara halalbihalal dengan anggota Forum Komunikasi Wartawan Brebes (FKWB) 4 Desember lalu, pihaknya kini sudah melewati masa sulit setelah dua tahun lalu, khususnya menjelang pelantikan diadang berbagai teror dan ancaman. Dia menyatakan sempat ketar-ketir ketika akan dilantik 4 Desember 2002 lalu, karena banyak bermunculan SMS yang berisi ancaman kalau dirinya tak bakal menjabat sampai satu bulan. Namun, kemudian pernyataan Masjhudi dibantah Ketua DPC PKB H Achmad Faris Sulchaq SH SpN, bahwa pernyataan itu bukan pernyataan partai, melainkan pernyataan pribadi dari Masjhudi. ''Itu statement pribadi, dan sama sekali bukan mewakili partai,'' kata Faris yang juga Wakil Bupati Brebes menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPC PKB Masjhudi tersebut. Banyak Sekali Menurut Muchamad Rais Qadim, selain dirinya, banyak sekali yang ingin mengkritisi pernyataan Bupati itu. ''Beberapa orang yang saya temui menyatakan ingin mengkritisi pernyataan Bupati, bahkan sampai abang becak yang membaca berita itu melontarkan reaksi sama,'' papar Rais. Mengamati fenomena tersebut, Rais berpendapat ke depan Bupati harus lebih hati-hati berbicara di depan publik. Dia lebih setuju orang nomor satu di Brebes memulai belajar menyampaikan sambutan yang membangkitkan semangat bergotong royong, ketimbang cerita masa lalu yang justru akan membuka luka lama. Yang diharapkan masyarakat sekarang, ungkap Rais, mereka mendambakan perbaikan peningkatan taraf hidup. (wh-42s) |