| Rabu, 15 Desember 2004 | PANTURA |
2 Pelacur dan 10 PGOT DiraziaPEKALONGAN - Kota Pekalongan kini menjadi incaran para pengemis. Karena itu, tim gabungan yang dipimpin Kepala Kantor Yankesos langsung melakukan operasi. Hasilnya, 10 pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) serta 2 pelacur dirazia. Tim yang dipimpin Kepala Kantor Yankesos Drs Mulyadi itu mulai melakukan operasi mulai pukul 21.00 hingga pukul 01.00 dini hari kemarin. Tim gabungan dari Polres, Satpol PP, DPKP, Humas, Koramil, dan Dinas Kesehatan itu bergerak dari Beningsari, Jalan Slamet, Stasiun KA, Monumen Juang, Jalan Hayamwuruk, Jalan Hasanudin, alun-alun hingga di Terminal Pekalongan. Di Beningsari, tim langsung menemukan dua pelacur yang sedang menunggu lelaki hidung belang. Keduanya mengaku berasal dari Yogyakarta dan Tersono Batang. "Keduanya kami tangkap dan langsung dikirim ke Panti Karya Samekto Karti Comal Pemalang untuk mendapatkan pendidikan keterampilan, sehingga setelah keluar mereka bisa bekerja mandiri dan tidak akan mengulangi pekerjaan lama," kata Mulyadi. Selain merazia pelacur, tim juga menangkap 10 gelandangan dan pengemis yang sedang tidur di Monumen Juang 45, stasiun KA, alun-alun, di trotoar Jalan Gajahmada, Jalan Merdeka, dan Jalan Hasanudin. Mereka tidak memiliki KTP dan mengaku dari luar kota, antara lain dari Tegal, Batang, dan Pemalang. Melarikan Diri Proses penangkapan dalam operasi itu diakui tidak begitu mudah. Sebab, begitu mengetahui kedatangan tim operasi, mereka berusaha melarikan diri. Namun, tim tidak kalah akal. Tim yang sudah siap itu langsung bisa menangkap mereka. "Di antara mereka ada beralasan akan mengunjungi keluarganya di Pekalongan. Namun, saat ditanya KTP atau identitas lain, mereka tidak bisa menunjukkannya. Karena itu, tim langsung menangkapnya," tandas dia. (A15-14e) |