logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 PANTURA
Line

Kasus Hilangnya Anak Adopsi

Penculik Diduga Orang Tua Kandung

PEKALONGAN - Pelaku penculikan terhadap Nurul Hidayah (1 tahun 4 bulan) yang sedang diasuh oleh neneknya, Partini (57) pada Selasa (7/12), hingga saat ini belum tertangkap.

Pelaku penculikan tersebut diduga orang tua kandung korban yang bernama JT (32) dan Mn (37). Pasalnya, menurut keterangan Partini yang sempat dibawa oleh kawanan penculik tersebut, logat bahasa yang digunakan para penculik saat berbicara tidak dipahaminya.

Sepertinya kawananan penculik itu berbicara dengan logat di luar bahasa Jawa. Apalagi sebelum melakukan penculikan, kawanan penculik yang berjumlah lima orang itu mengetahui nama Partini.

"Jika keterangan itu benar, berarti dugaan kami tidak salah kalau pelakunya adalah orang tua kandung korban. Sebab, dilihat dari nama ayah kandung korban ini sepertinya berasal dari luar Jawa," tegas Kapolresta Pekalongan AKBP Drs Edy Suyanto melalui Kasatreskrim AKP Umar Sanusi kepada Suara Merdeka, Selasa kemarin di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, untuk mengungkap kebenaran dugaan tersebut, Reskrim Polresta Pekalongan melakukan penyelidikan ke alamat yang tertera dalam surat perjanjian adopsi. Namun, ketika mereka datang ke alamat tersebut, ternyata kedua orang tua kandung korban tidak ada di tempat. Rumah tersebut adalah rumah kontrakan milik Pak Dulah.

Menurut Dulah, ketika datang ke rumah kontrakan tersebut, Mn diantar oleh JT dalam kondisi hamil tua. Namun saat mengontrak rumah tersebut, JT mengaku kalau dia adalah saudara Mn. "Dari keterangan tersebut kami menduga bayi yang dikandung Mn adalah hasil hubungan gelap dengan JT," tegas Umar.

Merasa Tertipu

Gagal menemukan orang tua kandung korban di rumah kontrakan, tim penyelidik kemudian melakukan pencarian di daerah Kajen, tepatnya di Jalan Kauman. Ketika sampai disana, Tim penyelidik merasa tertipu. Pasalnya, nama dan alamat JT yang tertera dalam surat perjanjian adopsi anak tertanggal 13 September 20003 ternyata tidak ada.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Supardi (30) dan Suti Fatmawati (30), warga Jalan Truntum, Kelurahan Klego, Kecamatan Pekalongan Timur kehilangan Nurul Hidayah (1 tahun 4 bulan), anak hasil adopsi dari seseorang pada tahun 2003.

Awal penculikan terjadi hari Selasa (7/12) sekitar pukul 06.00, saat Nurul Hidayah sedang diasuh oleh neneknya yang bernama Partini. Ketika sedang membeli roti di sebuah warung di Jalan Truntum, tiba-tiba sebuah mobil Kijang dengan nomor kendaraan B 9742 JL berhenti tepat di depan mereka.

Bersamaan dengan munculnya mobil tersebut, datang lima orang yang tidak dikenal memaksanya masuk ke mobil tersebut.(H4-14m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA