| Rabu, 15 Desember 2004 | PANTURA |
"Saya Pengamen Kok Ditangkap, Pak"BREBES - Agus dan Herman, kemarin siang kaget ketika bus yang mereka tumpangi tiba-tiba dihentikan polisi. Keduanya yang sedang asyik menghibur penumpang bus, lalu disuruh turun dan dinaikkan ke mobil patroli. "Pengamen dan pengemis di dalam bus semua saya minta turun," tegas polisi yang sedang melakukan Operasi Cipta Kondisi di kompleks Terminal Bus Tanjung, Brebes. "Saya pengamen Pak, kok ditangkap," ujar salah seorang pengamen berusaha menjelaskan kepada aparat. "Kami sedang melakukan operasi pengamen dan pengemis di dalam bus," tandas polisi. Tak urung dua pengamen itu menuruti perintah naik bak mobil Kijang patroli polisi yang sudah disiapkan. Selain Agus dan Herman yang mengaku dari Indramayu, Jabar, polisi kemarin menjaring 28 pengamen dan pengemis jalanan yang beroperasi di dalam bus. Operasi ini dipimpin Kasat Samapta AKP Trio Wiryono dan melibatkan 12 personel. Sasaran operasi selain di terminal bus juga kendaraan penumpang umum di jalan pantura Brebes-Losari. Lokasi itu selama ini ditengarai banyak dimanfaatkan pengamen dan pengemis untuk minta-minta pada penumpang. Karena muncul banyak keluhan dari penumpang atas keberadaan mereka, polisi menggelar Operasi Cipta Kondisi yang berkaitan dengan Operasi Lilin Candi. Mereka yang ditangkap berusia 17-20 tahun. Mereka ada yang berasal dari Cirebon, Indramayu, Tegal, Slawi, dan Brebes. Tipiring Kapolres AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi lewat Kasatreskrim Iptu Didik Novi Rahmanto menyebutkan, operasi ini digelar untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Brebes khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2005. "Kami tidak ingin muncul keresahan penumpang kendaraan umum akibat banyak pengamen dan pengemis yang masuk di dalam bus," tegasnya. Dia menuturkan, 30 pengamen dan pengemis itu akan dikenai tindak pidana ringan (tipiring) dengan sanksi melanggar pasal 504 KUHP tentang pengamen dan pengemis di tempat umum dengan ancaman hukuman maksimal tiga bulan. Seorang penumpang bus mengatakan, kerap dihadapkan masalah yang merepotkan ketika menjumpai pengamen dan tak punya uang kecil. Masih untung ketika mereka dikasih Rp 100 atau Rp 200 mau menerima tapi yang merepotkan terkadang mereka memaksa minta uang ribuan. "Repot juga jika selama perjalanan menemui 10 pengamen yang dikasih uang kecil tidak mau tapi minta ribuan," katanya.(wh-14j) |