logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 NASIONAL
Line

Merampok karena Terlilit Utang

SOLO-Latar belakang kasus perampokan di rumah pengusaha salon, Polly Purnadi Maryono alias Paulin (49), yang menewaskan pembantu rumah tangga, Sutarni (46), terungkap. Motif di balik itu hanya masalah ekonomi.

Setelah Rendy Filtra Agustian (22) tertangkap, nama Ad atau Andriyanto yang semula disebut-sebut sebagai aktor di balik kejahatan yang menggegerkan warga Solo itu, ternyata hanya rekayasa tersangka untuk lepas dari tanggung jawab.

Dia sengaja memunculkan nama itu sebagai alibi, agar perhatian polisi terpecah. Dalam pengakuan Rendy, perampokan dilakukan untuk mendapat uang dalam jumlah besar, karena dia terhimpit utang.

Perampokan disertai pembunuhan sadis itu sudah direncanakan secara matang. Sebelumnya perampokan akan dilakukan dua orang, namun ternyata Rendy hanya sendiri sewaktu datang di rumah Paulin pada Minggu (12/12) lalu. Sehari kemudian, setelah kepergian Paulin ke Ponorogo, aksi kejahatan itu dilaksanakan.

Sebelum menguasai harta benda pemilik Salon House Theresia, tersangka yang kos di Jalan Suwiri Makamhaji, Kartasura, itu terlebih dahulu menghabisi nyawa Sutarni dengan cara menyekap mulut, mengikat tangan dan kaki serta menjerat leher korban dengan kabel mesin pembersih. Setelah itu, tersangka menguras perhiasan berupa kalung, gelang, giwang, tiga TV, sejumlah uang tunai, dan mobil Forsa AD-8656-GA.

Pemilik Salon House Theresia itu tidak menyangka Rendy yang menjadi tersangka tunggal tega berbuat semacam itu. ''Dia yang selama ini sudah saya anggap sebagai saudara sendiri rupanya hanya ingin melepas tanggung jawabnya,'' paparnya.

Sudah Tertangkap

Sebenarnya penangkapan Rendy Filtra Agustian sudah sejak Senin lalu. Namun sukses polisi itu tak diumumkan langsung, karena ada pengakuan tersangka yang mengatakan pelakunya dua orang.

Akibat bualan tersangka itu, petugas pun terkecoh. Dampak lainnya, operasi pengejaran dilanjutkan hingga pukul 03.00 kemarin. Tersangka yang dikeler selalu mengaku ada rekan lain yang ikut membantunya. ''Setelah lelah kami berputar-putar, akhirnya tersangka itu mencabut omongannya dengan mengatakan pelaku sebenarnya hanya dirinya. Sedangkan temannya itu hanya nama rekaan. Pengakuan itu terjadi kurang lebih pukul 02.00,'' kata petugas.

Dengan pengakuan itu, teka-teki orang kedua akhirnya terjawab. Alibi tersangka yang lulusan STM swasta di Solo itu tampaknya sengaja dilontarkan agar terlepas dari tanggung jawabnya.

Sebelum operasi tersebut diakhiri, semalaman polisi berupaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku yang disebut-sebut berinisial Ad. Polisi melakukan pengawasan ke semua lokasi yang mungkin disinggahi buronan itu.

Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH mengungkapkan kunci sukses penangkapan itu terletak pada kesabaran petugas menelusuri rute pelarian tersangka. (G11,san-58t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA