| Rabu, 15 Desember 2004 | NASIONAL |
Denyut Kehidupan di Tenggarong (3-Habis)Sumber Daya Alamnya Melimpah Ruah''SUMBER DAYA alam yang ada di perut bumi (Kutai Kartanegara) ini sangat melimpah ruah. Mulai dari tambang berupa minyak bumi, gas alam, batu bara, hingga deposit lainnya,'' ucap Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Drs H Syaukani. Hanya, lanjutnya, sumber daya alam (SDA) tersebut masih terlalu kecil yang dieksploitasi. Sama halnya dengan keberadaan lahan untuk perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, dan kehutanan; juga masih terhampar luas. ''Untuk itu, para investor silakan datang ke Kutai Kartanegara. Silakan mengeksploitasi perut bumi, sebab baru sebagian kecil yang dieksploitasi. Saya kira, hal itu sangat menguntungkan. Kami siap membantu datangnya investor di wilayah ini,'' janji dia. Itulah, sebuah janji yang diucapkan oleh orang pertama di Kukar setiap ada calon investor datang. Karenma itu, calon investor itu pun tak perlu waswas terhadap bagaimana proses perizinannya. Kepala Badan Penanaman Modal Kukar, Drs Andarias P Sireden berjanji membantu mempermudah proses perizinan. ''Kami akan memberikan pelayanan yang prima kepada para calon investor. Pelayanan yang prima itu berupa perizinan yang mudah, tepat, dan cepat,'' akunya. Memang, wilayah Kukar dikenal sebagai wilayah yang kaya dengan SDA-nya. Karena itu, tak heran bila kedua pejabat tersebut dengan tangan terbuka siap menerima datangnya setiap investor. Secara administratif, kabupaten itu dibagi dalam 18 kecamatan dan 182 desa (kelurahan). Dengan pertumbuhan penduduk 4,13% per tahun, jumlah penduduknya pada 1999 mencapai 481.179 jiwa dan kepadatan penduduknya rata-rata 17,6 jiwa/km2. Topografi wilayah sebagian besar terletak pada ketinggian 0-500 m dpl, didominasi oleh daerah dengan kemiringan di bawah 40%, yaitu di wilayah pantai dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Adapun di bagian perbatasan sebelah utara, terletak pada ketinggian lebih dari 500 m dpl, merupakan kawasan bergelombang sampai berbukit dengan tingkat kelerengan lebih dari 40%. (Dwi Pamuji Sulistyanto-58a) |