logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 NASIONAL
Line

Tabrakan KA di India 50 Tewas 150 Luka


MENCARI KORBAN:Sejumlah regu penolong mencari korban yang masih terjepit dalam tabrakan dua rangkaian kereta api di Desa Mansar, sekitar 120 kilometer dari Kota Amritsar, India Bagian Utara. Sedikitnya 50 orang meninggal dalam kejadian tersebut.(55t)

MANSAR - Sebanyak 50 orang tewas dan sekitar 150 lainnya luka-luka ketika dua kereta api bertabrakan di India utara, Selasa kemarin, kata menteri kepala Negara Bagian Punjab. Anggota tim SAR (Search and Rescue) masih berjuang untuk membebaskan para penumpang yang berteriak-teriak minta tolong.

Sedikitnya empat gerbong rusak berat dalam tabrakan dua KA penumpang di Punjab, kata Menteri Kepala Amarinder Singh kepada majelis negara bagian tersebut.

Di tempat kejadian, mayat-mayat yang ditutupi kain putih diletakkan di tanah. Sebagian jenazah lainnya telah dibawa ke kamar mayat.

Mayat yang berhasil dikeluarkan dari puing-puing gerbong KA meliputi 15 pria, 11 wanita, dan seorang anak. ''Banyak tubuh korban tewas telah terpotong-potong mengenaskan,'' kata Superintendent Hoshiarpur Sukdev Singh Bhatti.

Tim SAR menggunakan las bertenaga gas untuk bisa membebaskan para penumpang yang terjebak di dalam gerbong KA. Sebagian penumpang terus-menerus berteriak minta tolong.

''Orang-orang berteriak-teriak ketika mereka terjebak di dalam gerbong,'' kata Jodha Mal (40), pemilik toko di dekat lokasi. Dia menambahkan bahwa dia mendengar bunyi rem mendecit ketika masinis berusaha keras menghentikan KA sebelum terjadi tabrakan keras.

Pihak-pihak berwenang menyerukan kepada warga desa setempat untuk mendonor darah mereka.

Kepala Stasiun Diskors

KA cepat dan KA lokal tersebut bertabrakan di pelosok India, 150 kilometer di timur kota suci Sikh, Amritsar.

''Penyebab kecelakaan tersebut belum diketahui,'' kata Menteri Perkeretaapian Lalu Prasad Yadav, sebelum meninggalkan lokasi tragedi tersebut.

Para pejabat perkeretaapian mengatakan, tampaknya ada kombinasi yang memungkinkan KA lokal masuk ke jalur tunggal utama pada saat yang tidak tepat. Laporan media menyebutkan, dua kepala stasiun telah diskors.

Juru bicara Jawatan KA MY Siddiqui mengatakan, sedikitnya 50 penumpang menderita ''luka-luka serius''.

''Saya mendengar bunyi benturan keras, hampir mirip ledakan besar. Saya berlari keluar rumah dan melihat asap mengepul di mana-mana,'' kata Kamla Rani, seorang perempuan warga desa setempat.

''Lelaki dan perempuan dari desa kami berlari ke tempat kecelakaan. Mereka membawa tangga untuk mencoba menarik keluar sebanyak mungkin penumpang dari KA tersebut.''

KA cepat yang membawa peziarah Hindu itu meninggalkan Jammu di Kashmir, kemarin pagi, untuk menuju ke Kota Ahmedabad, di India barat.

Para kerabat yang berduka mendatangi stasiun KA untuk mencari tahu nasib orang-orang tercinta yang menumpang KA tersebut.

Para kerabat yang ingin tahu nasib penumpang di KA lokal, yang melayani rute Jalandhar dan Pathankot, berkumpul di tempat kecelakaan untuk mencari anggota keluarga mereka.

Bantu Penyelamatan

Lebih dari 700 orang mungkin berada di KA ekspres pada saat kecelakaan itu terjadi, kata Mulkha Raj Sharma, superintendent di Stasiun Jammu.

Serdadu dipanggil untuk membantu upaya penyelamatan. KA derek berada di tempat kejadian di dekat Desa Mansar, untuk menarik gerbong-gerbong KA naas tersebut.

Warga desa setempat membagi-bagikan makanan dan selimut kepada korban terluka.

Saksi mata mengatakan, lokomatif kedua KA itu rusak berat akibat kecelakaan yang terjadi sebelum tengah hari itu. Namun masinis salah satu KA berhasil diselamatkan. Kondisinya belum diketahui.

Menurut laporan media, sebuah KA khusus yang membawa dokter dan perlengkapan medis telah berangkat dari New Delhi ke lokasi kecelakaan.

Sistem KA India, yang panjang relnya mencapai 108.700 kilometer di seluruh negara berpenduduk satu miliar lebih itu, melayani sekitar 13 juta orang setiap hari.

Tercatat, telah terjadi 300 kasus kecelakaan, kecil dan besar, setiap tahun. Sebagian kecelakaan tersebut disebabkan oleh infrastruktur yang sudah kuno.

Pada September 2002, 130 orang meninggal ketika KA mewah Radjhani Express melompat keluar dari jembatan dan jatuh ke sebuah sungai di India timur. Pada 1998, tabrakan dua KA menewaskan sedikit 200 orang di Punjab.

Para pejabat mengatakan, banyak kecelakaan KA dapat dihindari dengan mengurangi keterlibatan manusia, terutama untuk tugas mengalihkan lintasan dan memberikan sinyal.(yahoo/afp-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA