logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 MURIA
Line

219 Gedung SD/MI Rusak, 57 Diperbaiki

JEPARA - Gedung SD/MI yang rusak 219 buah, dan 55 di antaranya rusak berat. Pemkab Jepara dalam Tahun Anggaran 2005 merencanakan perbaikan 57 gedung SD/MI. Dengan perincian, 17 untuk rehab berat dan 40 rehab ringan.

''Data terakhir yang kami peroleh dari kecamatan-kecamatan ada 219 gedung SD/MI yang membutuhkan perbaikan agar kegiatan pembelajaran tak terganggu,'' ungkap Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jepara Drs H Bambang Santoso MM didampingi Kepala Bidang TK/SD Drs Bunaji, kemarin.

Jumlah bangunan sekolah yang rusak hampir sepertiga dari total jumlah gedung SD/MI di Kabupaten Jepara yang mencapai 754 buah, dengan perincian 603 SD dan 151 MI.

''Kami masih mengecek ke lapangan sejumlah gedung SD yang dilaporkan rusak. Bisa saja SD yang dilaporkan rusak ringan ternyata kondisinya sudah parah,'' ujar Bambang yang kemarin mengunjungi sejumlah lokasi di Kecamatan Keling.

Sehari sebelumnya, bersama Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM, dia mengecek kondisi bangunan SD Negeri 04 dan SD Negeri 06 Desa Bulungan, Kecamatan Mlonggo. Bangunan sekolah yang semula diaporkan mengalami kerusakan ringan tetapi ternyata rusak berat.

Bahkan, Kepala SD 4 Noor Ali dan Kepala SD 6 Abdul Muthalib bersama Ketua Ketua Komite Sekolah H Suwardi telah mengambil inisiatif merobohkan atap satu unit bangunan yang terdiri tiga kelas.

''Sebetulnya yang direncanakan diperbaiki dulu adalah lokal yang membujur ke barat, ternyata yang membujur ke selatan ini kondisinya lebih parah. Khawatir membahayakan guru dan siswa yang sedang belajar, lalu kami robohkan,'' tutur H Suwardi (62).

Selain mengajukan bantuan dana kepada Pemkab, Komite Sekolah minta bantuan dari wali murid yang berjumlah 200 orang. Tiap wali murid dikenai iuran Rp 35.000.

''Melihat kondisi wali murid, tidak semua ditarik. Jadi, ada yang dibebaskan. Jika orang tua memiliki anak lebih dari satu yang bersekolah di sini, hanya dikenai iuran Rp 35.000,'' ungkap Sudiharto SPd, Sekretaris Komite Sekolah.

Dianggarkan Rp 5,84 M

Bunaji yang kemarin melakukan audiensi dengan para anggota DPRD Jepara mengemukakan, anggaran 2005 untuk rehab berat bangunan SD/MI direncanakan Rp 1,74 miliar dan rehab ringan Rp 4,1 miliar.

Alokasi bantuan dana rehab berat untuk 17 gedung SD/MI. Tiap sekolah akan mendapat dana sekitar Rp 100 juta. Sekolah yang mengalami kerusakan enam lokal kelas, perbaikan diprioritaskan untuk bagian atap.

Rehap ringan yang pelaksanaannya akan diserahkan kepada komite sekolah, tiap sekolah akan mendapat dana rata-rata Rp 100 juta untuk perbaikan dua lokal dan mebelair.

''Sampai sekarang lokasi mana yang akan mendapat bantuan rehap belum ditentukan. Nanti setelah anggaran resmi ditetapkan. Yang pasti, akan dibagi secara adil dan diupayakan mencakup 14 wilayah kecamatan di Kabupaten Jepara,'' papar Bunaji yang juga Ketua DPD II PGRI Kabupaten Jepara.

Selain alokasi anggaran tersebut, pada 2005 mendatang akan diupayakan bantuan Dana Operasional Pendidikan (DOP) Rp 1,9 juta - Rp 2,5 juta tiap sekolah. Sekitar Rp 600.000 hingga Rp 700.000 untuk perbaikan fisik, misalnya pengecatan, dan operasional pelaksanaan pendidikan.

Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM menghendaki perbaikan gedung sekolah yang rusak dapat teratasi secepatnya. ''Jangan sampai kegiatan pembelajaran terganggu,'' tandas Bupati.(kar-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA