| Rabu, 15 Desember 2004 | MURIA |
Merasa Diabaikan Janda Gantung DiriKUDUS - Ny Harkati binti Harjomukti (62), warga RT 02 /RW 02 Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, pada Senin (13/12) sekitar pukul 17.00 ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, di kamar rumahnya. Salah seorang saksi, Hardono (34), yang juga anak keempat dari sembilan anak yang dimiliki korban, menyaksikan ibunya sudah dalam keadaan menggantung pada blandar dengan menggunakan stagen. Menurut keterangan yang dihimpun Suara Merdeka, sebelum janda almarhumah Laju tersebut gantung diri, sekitar pukul 15.00, ia meminjam bolpoin kepada tetangganya bernama Ny Tatik, yang rumahnya berada di depan rumah korban. Tidak diketahui secara persis maksud perbuatan itu, hingga akhirnya, korban diketahui sudah tewas dengan cara seperti itu. Ketika diperiksa oleh petugas Polsek Tenggeles yang dipimpin langsung oleh AKP Slamet, Kanitreskrim Iptu Moh Khoirul, dan Bripda Suherman, pada baju korban sebelah kanan ditemukan secarik kertas yang diikatkan dengan sebuah peniti. Surat yang kemungkinan besar ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya tersebut, berisi sebuah pesan kepada salah seorang anaknya, Maryono (40), kakak Hardono, agar setelah kejadian itu segera mengurus surat kematian ke Balai Desa. Selanjutnya, bunyi surat tersebut, Maryono harus mengurus ke Bank BTPN Kudus, dan mengambil uang yang kelak harus dipergunakan untuk mengurus beaya kematiannya. Sisanya, dapat dimanfaatkan untuk membiayai adik-adiknya yang lain. Bunyi surat tersebut, kata Bripda Suherman, yang pertama kali mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), juga menyatakan kekesalan hati Ny Harkati yang menganggap di usianya yang sudah tua tersebut, anak-anaknya sudah tidak memperhatikannya lagi. Kematian janda tersebut, menurut keterangan Kapolsek Tenggeles AKP Slamet, merupakan murni peristiwa bunuh diri. ''Berdasarkan hasil autopsi, dinyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,'' kata Slamet. (ton-15) |