logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 MURIA
Line

Ratusan Pejabat Eselon Ikuti Tes Kompetensi

PATI - Sebanyak 568 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati selama empat hari berturut-turut mulai Senin (13/12) lalu hingga Kamis (16/12) mengikuti tes kompetensi. Selain para kepala badan, dinas, kantor, kabag, juga para camat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pati Fenny Sri Suwarni SIP MM menjelaskan, penyelenggaran tes yang ditangani oleh Pusat Kajian Psikologi BKD itu selain untuk mengevaluasi kinerja para pejabat tersebut juga untuk meningkatkan profesionalisme. Dengan demikian, lanjut dia, bisa saja yang sekarang menjadi pimpinan, dari hasil tes tersebut nanti akan berubah kedudukannya menjadi pelaksana.

Selain itu, tes juga sebagai salah satu upaya mempersiapkan para PNS yang sudah waktunya promosi jabatan. Namun, hasil tes itu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan melakukan mutasi, sehingga sifatnya sangat rahasia karena semua bergantung pada user.

Maksudnya, hasil tes tersebut menjadi bahan kajian dan pertimbangan apakah seorang PNS layak menempati jabatan tertentu atau tidak layak menempati jabatan itu. Jika hasil tes memang tak layak, tentu harus dilakukan pergeseran atau mutasi.

Dengan kata lain, penempatan seseorang pada suatu jabatan mengacu hasil tes tersebut. ''Karena itu, sama sekali tidak benar jika seseorang menduduki suatu jabatan dikatakan karena disukai oleh atasan,'' ujarnya.

Baperjakat

Apalagi, tambah Fenny Sri Suwarni, hasil tes yang sangat rahasia tersebut hanyalah disebutkan pejabat itu dalam kategori disyaratkan, dipertimbangkan, dan tidak disyaratkan. Yang disebut terakhir, tentu pejabat itu tidak layak menduduki suatu jabatan.

Karena penentuan masalah tersebut adalah hak user melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), dasar acuannya jelas. Dengan begitu, pejabat yang dipercaya menduduki suatu jabatan benar-benar seorang profesional.

Karena itu, standar materi tes kompetensi tersebut disusun oleh pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kajian Psikologi UGM. Hal itu sepenuhnya diserahkan kepada Pusat Kajian Psikologi BKD dengan personel tiga orang ditambah satu orang yang bertugas di Rumah Sakit RSUD RAA Soewondo.

Fenny Sri Suwarni mengemukakan, pejabat eselon II dan III yang mengikuti tes tersebut semua 116 orang serta pejabat eselon IV ada 452 orang. ''Pejabat eselon III dan IV kami batasi. Yang masa pensiunnya kurang dari dua tahun tidak wajib mengikuti tes tersebut,'' ujarnya. (ad-15e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA