| Rabu, 15 Desember 2004 | SEMARANG |
"Berbahan Marmer"PRASETYO (45), warga RT 3 RW 1 Margosari Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo, Salatiga, kepada Suara Merdeka, mengaku granat tiruan tersebut dibuatnya sekitar tiga bulan yang lalu di rumahnya. Bahan bakunya terhitung unik, yakni marmer berbentuk telur yang sering menjadi hiasan rumah. Pertama, marmer berbentuk telur dibuat lonjong dan diukir berbentuk granat nanas. Kemudian, dia membuat pena pemukul (istilah militer-Red) atau pengunci granat yang bila dilepaskan dari genggaman tangan akan meledak dalam beberapa detik. Pena itu berbahan baku kayu. "Saya mencontohnya dari granat tiruan untuk korek api yang dijual di kaki lima. Warna dan bentuknya saya tiru," jelas Prasetyo. Kemudian, untuk menyambung pena pemukul dengan telur marmer yang telah diukir, dia menggunakan dempul plastik. Kunci penarik dibuat dari gantungan kunci dan diikatkan pada kawat yang sebelumnya sudah menempel pada sambungan yang didempul. Setelah kering, barulah bapak empat anak tersebut mengecat granat buatannya itu hijau kehitam-hitaman. Jadilah granat dengan berat dan bentuk yang sama persis dengan granat sungguhan milik militer. "Setelah granat tersebut jadi, baru sekali itu saya gunakan untuk menakut-nakuti orang. Namun, sebelumnya anak saya yang saya takut-takuti," aku Prasetyo. (Surya Yuli P-91e) |